Ngguyang Jaran Kepang di Bendung Kayangan

share on:
Ritual ngguyang jaran yang unik dan ikonik || YP-Ist

Yogyapos.com (KULONPROGO) - Ditengah situasi pandemi Covid-19, perhelatan ‘Kembul Sewu Dulur Rebo Pungkasan’ tetap diselenggarakan pada Rabu (14/10/2020), di Bendung Kayangan Pendoworejo Kulonprogo. Acara didukung penuh Bupati Kulonprogo, Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo dan Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo.

Sejumlah seniman tak pernah absen mengikuti ritual unik ini. Seperti Godod Sutejo, Sutopo, Suyono, Ledek Sukadi, Totok Bukhori, Astuti Kusumo, Nanang Wijaya, Kondang Sugito dan sederet pelukis lain selalu menggoreskan karyanya ke dalam kanvas, dengan style masing-masing dan beragam corak.

Menurut Godod Sutejo, awalnya acara ini hanya diikuti belasan orang. Itupun hajjnya genduren dan makan bareng. Ketika dikonsep apik dan ikonik banyak pengunjung/wisatawan yang datang untuk menikmati ritual sarat budaya ini. Potensi Bendung Kayangan sangat luar biasa.

“Lalu waktu itu kami diskusi dengan Kades Pendoworejo Landung Wiyono, agar potensi ini dieksplorasi dan menjadi agenda tahunan. Atraksi yang kami gelindingkan ada melukis bersama, makan kembulan bareng, dan ngguyang jaran kepang,” ujar Godod disela kegiatan.

Setiap tahun, panitia berusaha memberikan konten yang menarik bagi wisatawan. Seperti kirab karnaval, wayangan, festival kuliner ndeso, jathilan hingga lomba foto. Dan yang paling ditunggu adalah sesi ketika pelaku spiritual ngguyang jarang kepang di Bendung Kayangan.

Menurut masyarakat setempat, lokasi itu adalah petilasan Brawijaya.

Dari pengamatan Godod Sutejo yang aktif mengikuti kegiatan ini sejak tahun 1990, setiap tahunnya masyarakat setempat semakin makmur, surplus pangan, lahan pertanian subur dan semakin ramai jadi jujugan wisatawan. “Kini banyak berdiri warung kuliner serta warung kopi yang mampu menggerakkan ekonomi warga. Kami pun berharap dengan upacara adat ini bisa jadi destinasi unggulan berbasi budaya di Kulonprogo dan impactnya bisa mendatangkan investor untuk kemajuan desa Pendoworejo,” kata Godod. (Fadholy)

 

 


share on: