Ngemplang Pajak Rp 4,3 M Dituntut 2 Tahun

share on:
Dr (c) Agung P Ariyanto SH MHLi dari Litigant Lawfirm selaku pengacara terdakwa menyatakan telah siapkan pledoi || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Direktur PT Gunung Samudera Tirtomas (PT GSM) Robinson Saalino (31) dituntut hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp 8 miliar oleh Jaksa Anto Donarius Holyman SH di persidangan PN Sleman, Kamis (20/5/2021).

Jaksa menegaskan, terdakwa Robinson selaku Direktur PT Gunung Samudera Tirtomas telah melakukan tindak pidana pajak, yakni menyampaikan SPT yang isinya tidak benar. Padahal sejak Oktober 2017 yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan subyektif wajib pajak sebagai pengusaha kena pajak (PKP).

Perbuatan terdakwa melanggar pasal 39 ayat (1) huruf a, huruf c dan huruf d jo Pasal 43 ayat (1) Undang-undang No 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang- undang Nomor 28 tahun 2007 dan terakhir dengan Undang-undang  Nomor 16 tahun 2009

“Akibat perbuatan terdakwa, maka negara dirugikan Rp 4,3 milar,” tegas jaksa di hadapan majelis hakim diketuai Rosihan Juriah Rangkuti SH MH dengan hakim anggota Suparna SH dan Adhi Satrija Nugroho SH.

Menanggapi tuntutan itu, Dr (c) Agung P Ariyanto SH MHLi dari Litigant Lawfirm selaku pengacara terdakwa mengatakan, tidak semua yang didakwakan jaksa benar adanya. Diantaranya tentang penghitungan kewajiban pembayaran pajak itu dilakukan menyeluruh, mencampurkan antara fakta omzet dan investasi.

“Padahal investasi semstinya tidak diperhitungkan sebagai omzet. Jika investasi tidak masuk sebagai omzet maka klien kami sebenarnya belum merupakan PKP,” katanya usai sidang.

Agung menyetakan mengenai hal tersebut akan diuraikannya pekan depan saat persidngan memsuki tahap pledoi. Intinya ada obscuur libel dari dakwaan jaksa mengenai penghitungan angka-angka. (Agn/Opo)  


share on: