Ngayogjazz 2020, Tokoh Masyarakat Melarang Penonton dari Luar Wilayah

share on:
Sunarto (kiri) dan Vindra Diratara || YP-Sulistyawan Ds

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pergelaran musik Ngayogjazz tahun ini dengan tema ‘Ngejazz Tak Gentar’ akan dihelat pada 19-21 November 2020, di Dukuh Karang Tanjung, Desa Pendhawaharjo, Kabupaten Sleman. 

Terkait rencana pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Dukuh Karang Tanjung Sunarto mewanti-wanti serta menghimbau agar penonton luar wilayah tidak  berkunjung ke desanya selama konser berlangsung. Hal itu dilakukan karena pihaknya ingin menjaga protokol kesehatan yang selama ini telah berjalan baik di wilayahnya.

“Kalau tidak dengan protokol Covid, kami tentu tidak bersedia wilayah desa ini dijadikan lokasi penyelenggaraan,” ujar Sunarto kepada dalam konferensi pers daring, Senin (16/11/2020 )

Sunarto menegaskan, dalam pelaksanaan pagelaran nanti pihaknya akan secara tegas melakukan pengkondisian terhadap para pengunjung yang memasuki wilayahnya. Selama ini dia bersama panitia hanya menyepakati bahwa personil yang bisa masuk ke desa Karang Tanjung hanya artis pendukung, musisi dan panitia. Sedangkan untuk pihak lain, termasuk didalamnya media, belum ada kesepakatan. 

“Untuk media, nanti coba kita koordinasikan lagi,” tukasnya.

Meskipun konser Ngayogjazz dilaksanakan tanpa penonton dari luar, Sunarto tetap berharap penyelenggaraan konser ini dapat berlangsung lancar dan sukses. Disamping itu, mengingat penyelenggaraan Ngayogjazz ini merupakan kerjasama antara panitia dengan masyarakat, pihaknya berharap agar penyelenggaraannya mampu menjadi sarana promosi potensi wilayah yang ada di desa Pendowoharjo, khususnya Padukuhan Karang Tanjung yang selama ini sudah dinobatkan sebagai salah satu desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan local maupun regional. 

Sementara itu, Board of Creative Vindra Diratara mengungkapkan, pelaksanaan Ngayogjazz tahun ini merupakan tantangan sendiri buat penyelenggara. Karena itu, jika nantinya format online mampu meningkatkan animo publik, maka konsep Online ini tetap dipertahankan. 

“Bagi Ngayogjazz pertemuan fisik itu merupakan menu yang utama. Karena sebagian pihak justru memakai Ngayogjazz sebagai sarana srawung dan reuni. Namun jika konsep online ini juga dapat diterima, maka untuk tahun depan disamping konsep offline, konsep online ini juga akan kita pertahankan,“ ujar Vindra.

Ditambahkan Vindra, penayangan Ngayogjazz secara langsung sebenarnya bukan hal baru. Sejak tahun 2012, Ngayogjazz sudah ditayangkan secara langsung lewat radio streaming.  Namun untuk tayangan video streaming secara langsung, tahun 2020 ini merupakan tahun yang pertama kalinya. Oleh karena itu, pihaknya melakukan persiapan matang agar nantinya public dapat menyaksikan Puncak acara Ngayogjazz secara nyaman. 

Adapun artis yang akan tampil pada puncak acara Ngayogjazz nanti antara lain Idang Rasjidi, Ligro Trio, Nita Aartsen Quatro feat Rubem Farias & Made Wardana, Bonita & Adoy bersama Denny Dumbo dan Silir Wangi, Bintang Indrianto feat Sruti Respati & Eugen Bounty, Brayat Endah Laras, Kua Etnika, White Shoes & The Couples Company, Nationaal Jeugd Jazz Orkest and Ruben Rein (Belanda), MLD Jazz Project Season 4 dan tentu saja komunitas jazz se-Nusantara. (Sulistyawan Ds)

 

 

 


share on: