Naik 3 Persen, UMK Yogya Rp 2.069.530

share on:
UMK di 4 kabupaten/kota DIY rata-rata mengalami kenaikan 3 persen || YP-Ilustrasi

Yogyapos.com (YOGYA) - Pemda DIY pada Rabu (18/11/2020) menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2021 untuk empat kabupaten dan satu kota di DIY. Penetapan UMK ini berdasarkan rekomendasi dari bupati dan walikota, yang juga meneruskan usulan dari Dewan Pengupahan di masing-masing kabupaten dan kota

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, ini sudah disahkan Gubernur melalui SK Gubernur No. 340/KEP/2020 tentang UMK 2021. 

“Dalam mengajukan rekomendasi, bupati dan walikota juga telah melibatkan Dewan Pengupahan, yang di dalamnya terdapat unsur tripartied, meliputi Pemerintah, pengusaha dan pekerja. Sudah cukup mewakili masukan semua pihak,” terang Kadarmanta di Kepatihan, Rabu (18/11).

Besaran UMK di setiap kabupaten dan kota meliputi Kota Yogyakarta Rp 2.069.530, Sleman Rp 1.903.500, Bantul Rp 1.842.460, Kulonprogo Rp 1.805.000 dan Gunungkidul Rp 1.770.000.

Adapun kenaikan UMK 2021 dibanding UMK 2020, persentasenya untuk Kota Yogyakarta 3,27%, Sleman 3,11%, Bantul 2,90%, Kulonprogo 3,11% dan Gunungkidul 3,81%. Persentase kenaikan paling tinggi di Kabupaten Gunungkidul karena untuk mengejar persyaratan harus di atas UMP.

Kadis Nakertrans DIY Aria Nugrahadi mengutarakan, penetapan ini telah mendasarkan pada usulan Kepala Daerah Kabupaten dan Kota sehingga diharapkan sudah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. (Fadholy)

 

 

 

 


share on: