Yogyapos.com (YOGYA) - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kotagede kembali melahirkan inovasi kemaslahatan umat dengan mengadakan pengajian bertajuk Sholawatan dan Ingkungan, di Pendopo MWCNU Kotagede, sebelah Timur Superindo Prenggan, Selasa (27/4/2026) malam.
BACA JUGA: Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kekerasan terhadap Anak di Daycare Little Aresha
Suasana religi semakin terasa dengan hadirnya grup rebana dari Pondok Pesantren Nurul Ummah yang melantunkan sholawat dengan indah dan merdu, menumbuhkan kerinduan mendalam kepada Baginda Rasulullah SAW.
BACa JUGA: Sri Purnomo Divonis 6 Tahun Penjara, Terlibat Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
Acara ini merupakan gagasan kreatif MWCNU dalam upaya membangkitkan semangat jamiyah Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin organisasi yang menghadirkan berbagai kajian keagamaan. Selain acara spesial ini, MWCNU Kotagede juga rutin mengadakan kajian bernama "Ngopi Wengi" (Ngopeni Ati lan Pikiran) setiap Senin malam.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, Dr. KH Muhammad Yazid Afandi, M.Ag. yang hadir memberikan sambutan dan tausiyah. Menurut beliau, amalan dan tradisi yang hidup di kalangan Nahdlatul Ulama sesungguhnya sangat sesuai dengan fitrah dan hati nurani manusia.
BACA JUGA: Syawalan FPAY: Guyub untuk Satu Komitmen Kesetaraan Profesi Penegak Hukum
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga NU untuk tidak ragu menunjukkan jati dirinya di tengah masyarakat.
"Seperti sholawat yang dikumandangkan, bila kita tahu artinya, di dalamnya berisi doa-doa yang penuh kesejukan dan ketawaduan. Bila kita meresapi maknanya, kita bisa sampai terharu dan menangis atas indahnya doa yang dipanjatkan. Namun, karena kadang kurang memahami artinya, justru sering dianggap remeh atau malah menyepelekannya," ujar KH Yazid.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Peringati Hari Otda dan Kartini, Beri Kesempatan Adil bagi Perempuan
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para kader dan warga NU setempat, menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah. (Samsuri)
