Yogyapos.com (YOGYA) - Massa yang tergabung dalam Aksi Gerakan Rakyat Indonesia Berdaulat (AGRIB) meminta agar Presiden Jokowi tidak menginjakkan tanah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Beberapa spanduk penolakan direntangkan pendemo di Titik 0 Kota Yogyakarta antara lain bertulis Jogja Tidak Pantas Untuk Pelaku Pemilu Curang, Yogyakarta Kota Budaya dan Pendidikan Kepada Jokowi Jangan Ajarkan Kami Kecurangan, Rakyat Jogja Tolak Jokowi dan Rakyat Jogja Menolak Jokowi Berlebaran di Jogja.
BACA JUGA: THR Wajib Dibayarkan Pengusaha kepada Pekerja, Paling Lambat H-7 Lebaran
Demo di Titik 0 Kota Yogyakarta, Selasa (19/02/24) juga meminta Jokowi mundur atau diturunkan dari kursi serta mengadili atas pelanggaran konstitusi yang menyebabkan Pilpres dan Pemilu curang sistematis masif.
“Jokowi perusak demokrasi. Pelanggar konstitusi yaitu nepotisme. Jokowi otak dan dalang kecurangan Pemilu yang sudah disiapkan mulai dari KPU, Bawaslu, MK. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Jokowi mundur atau diturunkan. Seret ke pengadilan adili Jokowi dan kroninya,” ujar Agus Suhartono dari AB Ningrat dalam orasinya disambut tepuk tangan massa.
Peserta demo dari unsur KSPI || YP-Yuliantoro
Sementara Korlap Demo Muhammad Suhud mengatakan penolakan kedatangan Jokowi ke Yogyakarta karena dia tidak pantas sebagai pemimpin yang telah merusak demokrasi.
BACA JUGA: Harga Beras Melonjak, Senator DIY: Boleh Jadi Akibat Sebaran Bansos yang Ugal-ugalan:
“Kami tidak tahu yang akan lakukan seandainya Jokowi datang ke Yogya, termasuk berlebaran. Ya, dia manfaatkan itu, Solo tuan rumah sudah diobrak-abrik warga sana, kalau ke sini kita tidak bisa mengobrak-abrik karena dia pendatang,” jelas Muhammad Suhud
"Kecarut-marutan negara Indonesia ujung pangkalnya adalah Jokowi, Presiden Indonesia itu. Dia sudah merusak tatanan bernegara. Eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga-lembaga negara, lembaga tertinggi negara, DPR, MPR, dan semuanya, semua sudah di bawah ketiak Jokowi,” kata Suhud
BACA JUGA: Aksi Ratusan Rakyat Yogya 'Tolak Pemilu Curang' Serukan Jokowi Turun
“Saya khawatir kehadiran Jokowi di Yogya malah meninggalkan virus. Kami tidak ingin terpengaruh dengan watak, sikap, sifatnya Jokowi terhadap negara ini,” tandasnya.
Jokowi sendiri memang kerap Lebaran di Yogyakarta. Terkadang Jokowi juga membawa keluarganya ke Gedung Agung atau Istana Kepresidenan.
BACA JUGA: Dari Medsos ke Kamar Hotel: TKI Singapura Jadi Korban Penipuan, Uang Rp 7 Juta Raib
Sementara di beberapa sudut kota Yogyakarta bertebaran spanduk penolakan jokowi berkunjung ke Yogya, tolak hasil Pemilu curang serta Pemilu ulang dengan melibatkan lembaga independen dan pengawasan rakyat seperti Pemilu 1999.
Aksi akan terus berlanjut dengan eskalasi yang meningkat hingga Jokowi tumbang dan diadili. (Yuliantoro)
