Milad ke-76, SMA Muhi Yogya Gelar Sarasehan Hadirkan Rektor UII

share on:
Foto bersama usai sarasehan dalam rangka Milad ke-76 SMA Muhi Yogya, Jumat (5/9/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Milad ke-76, SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta menggelar upacara bendera dengan Inspektur Upacara Ketua PWM DIY, Dr Muhammad Ikhwan Ahada SAg MA, di lapangan sekolah sekolah setempat, Jumat (5/9/2025) pagi.

Muhammad Ikhwan Ahada berharap momentum milad semakin memacu semangat keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta untuk semakin berprestasi. Selain itu muhasabah (introspeksi diri) untuk mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dijalani.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok

“Ada tiga hal yang harus dimiliki murid SMA Muhi agar menjadi kader Muhammadiyah dan bangsa unggul. Tiga hal tersebut adalah iman, akhlak, dan ilmu,” ujarnya mengutip Imam Syafii.

Milad kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan. Perlombaan tersebut antara lain lomba memasak, pertandingan voli, pertandingan basket, gobak sodor, tarik tambang, serta digelar sarasehan di Grha As Sakinah SMA Muhi.

Kepala SMA Muhi Drs H Herynugroho MPd dalam sambutannya menyampaikan beberapa prestasi sekolah yang telah diperoleh saat ini. Tahun ajaran 2024/2025, meraih 736 prestasi tingkat daerah hingga internasional.

“Untuk menjaring siswa baru yang berkualitas SMA Muhi menyiapkan beasiswa senilai 650 juta untuk siswa baru. Pendaftaran SPMB untuk tahun 2026/2027 telah dibuka melalui https://spmb.smumuhi-yog.sch.id/,” paparnya.

Rektor UII Yogya Prof Fathul Wahid ST MSc PhD selaku pemateri sarasehan berharap SMA Muhi Yogyakarta memiliki tujuan pendidikan yang jelas dan terarah, serta  mengimbau AI dapat digunakan untuk membantu dalam memperlancar pekerjaan kita.

BACA JUGA: Sidang Perdana Lakalantas Maut Digelar Secara Daring

“Menjaga nilai luhur dalam pendidikan di era hadirnya AI dapat dilakukan dengan menempatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti, dalam proses belajar. Guru dan siswa perlu menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, serta sikap kritis dalam menggunakan AI agar tidak hanya bergantung pada jawaban instan, tetapi juga tetap mengembangkan daya pikir, kreativitas, dan karakter,” ujar Fathul yang juga alumnis SMA Muhi Yogya. (*/Red)


share on: