Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Dibutuhkan Pengelolaan SDM yang Efektif

share on:
Kepala Badan Kesbangpol DIY, Lilik Andi Ariyanto (baju biru) membuka kegiatan penyusunan rencana aksi (Renaksi) Pokja Ketahanan Ekonomi tahun 2025 di kantor Kesbangpol DIY, Selasa (11/3/2025) || YP- Eko Purwono

Yogyapos.com (YOGYA) - Ketahanan ekonomi adalah pondasi utama dalam membangun kemandirian bangsa. Ketahanan ekonomi yang kuat tidak cukup didukung oleh sektor industri, perdagangan atau bidang lain yang bersifat makro, namun dibutuhkan pula peran aktif masyarakat dan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Ariyanto S IP MM saat membuka kegiatan penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) Pokja Ketahanan Ekonomi tahun 2025 di kantor Kesbangpol Jalan Tentara Rakyat Mataram No 45, Yogyakarta, Selasa (11/3/2025).

BACA JUGA: Para ASN Diharapkan Belanja di Pasar Lebaran Sleman 2025

“Pokja Ketahanan Ekonomi DIY memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan, melakukan mitigasi risiko, serta mengelola dan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang ada,” ujar Lilik. 

Lilik menandaskan, dalam aksi ini dibutuhkan sinergitas antar elemen dengan unsur pentahelix, baik pemerintah, akademisi, komunitas, pengusaha dan media, guna mencapai tujuan ketahanan ekonomi yang tangguh.

BACA JUGA: KPH Yudanegara Serap Aspirasi Melalui 'Jagongan' di Timbulharo

“Sinergitas yang dibangun oleh Pokja ini tidak hanya bermanfaat dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada, tetapi juga dalam mengatasi permasalahan sosial yang sering kali muncul sebagai dampak dari ketidakstabilan ekonomi,” jelasnya. 

Pihaknya berharap kegiatan ini  menjadi wadah untuk  saling berdiskusi, bertukar gagasan, dan memperkuat kerjasama antar semua pihak dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi DIY. 

BACA JUGA: Safari Ramadhan, Ini yang Dianjurkan Bupati Abdul Halim Muslih

“Semoga sinergitas yang terjalin dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan di DIY,” sebutnya.

Agenda perdana pada 2025 ini mengusung tema "Kolaborasi Aksi Membangun DIYyang ber-Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul dalam Mengelola Ketahanan Ekonomi”. 

BACA JUGA: Balai Ternak Lumbung Berkah Siap Berdayakan Peternak, Modal Awal 120 Domba

Diikuti seluruh anggota pokja dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu, Statistisi Ahli Utama BPS DIY Sentot Bangun Widoyono, Dr. Revrisond Baswir dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan Pengurus Nasional Asosiasi Business Development Services Indonesina (ABDSI), Cahyadi Joko Sukmono. (Opo) 

 

 

 

 

 

 

 


share on: