Merti Dusun Saradan Terong Dimeriahkan Tayub dan Wayang Kulit

share on:
Sejumlah penari Tayub memeriahkan mesti dusun Saradan terong, Dlingo, Bantul || YP/Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Warga Saradan Terong Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, melestarikan upacara ritual tradisional bersih (merti) dusunnya dengan cara mementaskan kesenian tradisional tayuban dan wayang kulit.

"Sejak puluhan tahun silam hingga kini kami masyarakat di sini tetap mengadakan bersih dusun. Acaranya mesti dengan pentas tayuban di komplek Sendang Suro Setiko setempat," kata sesepuh dan juga Juru Kunci Sendang Suro Setiko, Yatmo Pawiro (70), di sela tayuban, Senin (16/3/2020).

Dikatakan, memang bersih dusun di sini harus memakai tayub. Ini dipercaya memberikan manfaat bagi kemakmuran dusun dan warganya.

Tayuban dimulai dengan "kibar jogetan" untuk mengiringi kirab dan rayahan gunungan. Kemuadian "blendrongan" (tarian oleh penari putri). Disusul Kaulan atau warga mengumpulkan uang sambil meminta bedak kepada penari  bahkan banyak anak-anak yang dimintakan bedak dengan maksud agar menjadi anak baik dan pintar.  Terakhir mereka melakukan Tombokan atau memberikan saweran untuk penari sembari ikut menari.

Acara tradisi ini diikuti dan disaksikan oleh sekitar 100O penonton.Sebagian dari mereka mengikuti Kaulan dan Tombokan  serta "ngibing" (memberikan saweran dan menari bersama penari tayub).

Pada bersih dusun kali ini, juga dihadiri oleh Bupati Bantul Drs  H Suharsono yang sekaligus meresmikan prasasti Sendang Suro Setiko. “Mellaui merti dusun ini bisa untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan kebersamaan warga,” ujarnya.

Setelah pada pagi hingga siang hari diadakan tayuban, pada malam harinya dilanjutkan pentas wayang kulit dengan dalang Ki Wahyu (warga Dlingo) dengan lakon Semar Mbangun Kayangan. Sedangkan uang yang terkumpul dan diperoleh  dari warga pada acara tayuban ini 50 persennya dimasukan kas dusun dan sisanya untuk nanggap tayuban ini. (Supardi)

 


share on: