Merasa Ditipu Rp 700 Juta, Seorang Pengusaha Melaporkan Oknum ASN ke Polisi

share on:
Ny Siti Rokhanah (tengah) didampingi kedua anaknya menunjukkan bukti-bukti terkait laporan di Kepolisian || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (YOGYAKARTA)– Seorang pengusaha bernama Ny Siti Rokhanah (52) warga Bandongan Magelang Jawa Tengah (Jateng) menjadi korban penipuan kerjasama bisnis penjualan beras yang nilainya mencapai Rp 700 juta.

Atas kejadian ini dirinya bersama keluarga didampingi kuasa hukumnya, Herry Setiawan SH dari Kantor Hukum Perkasa & Rekan Yogyakarta melaporkan mitra kerjanya yang juga seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial Ny R ke Polisi.

Dugaan penipuan ini bermula, ketika korban didatangi oleh pelaku di kios beras miliknya yang terletak di Dusun Jambu, Tempuran, Magelang lalu menawarkan kerjasama menjadi supplier beras ke Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Magelang pada Juni 2020.

“Dia sering beli beras di kios 5 kg sampai 10 kg, kebetulan pas 2020 anak saya Faizal yang jaga kios, lalu menawarkan kerjasama untuk jadi supplier ke Bulog dan dia janji mencarikan izin dan kami yang mencari barang, dan dia janji sekitar 5 hingga 6 bulan sudah mulai kirim,” kata Siti Rokhanah bersama anaknya M Faizal Hanif di Kota Yogyakarta, Selasa (22/11/2022).

Tergiur tawaran tersebut, ungkap Siti,  kemudian berlanjut dengan bertukar nomor handphone (HP) dan komunikasi terus berlanjut dengan pembicaraan yang lebih mendalam terkait kerjasama.

”Lalu dia meminta sampel beras dua macam yang menurut pengakuannya akan diuji lab dengan biaya Rp 200 ribu, sampel dan suang kami antar ke rumah dia. Selang beberapa hari ia minta uang untuk biaya administrasi, sewa gudang dan untuk biaya bimtek ke Semarang, termasuk meminta uang sebesar Rp 95 juta untuk beli beras sebanyak 15 ton di kecamatan,” ungkapnya didampingi pengacaranya Herry Setiawan SH.

Tidak berhenti di situ, yang bersangkutan lalu meminta uang sejumlah Rp 40 juta dengan dalih untuk kepentingan permohonan tanda tangan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, lalu minta lagi sebesar Rp 122 juta untuk mengikuti lelang beras di Bulog  Semarang sebanyak 20 ton.

“Semua pembayaran kami lakukan melalui transfer total hingga Rp 700 juta, ternyata fiktif semua,” tandasnya.

Sejak Maret 2022 kecurigaan mulai muncul lantaran kesepakatan kerjasama yang telah disepakati ternyata tidak ada realisasi, sedangkan biaya yang dikeluarkan sudah mencapai total sebanyak Rp 700 juta. 

“Informasi yang kami peroleh dari sopir rental (terlapor), ternyata selama ini tidak ada proyek beras seperti yang dimaksud,”sebutnya.

Upaya mediasi secara kekeluargaan untuk meminta uang yang telah dibayarkan akan tetapi kandas, sekitar Maret 2022 pihaknya melayangkan laporan  ke Polsek Tempuran dengan dugaan penipuan.

“Saat di polsek pada bulan April  dia membuat surat pernyataan minta waktu satu setengah bulan dengan menulis sendiri  ditandatangani dengan materai tapi engak ada yang ditepati juga,” katanya.

Faizal menambahkan, lantaran belum ada kejelasan terkait penanganan laporannya di Polsek Tempuran, akhirnya Laporan diteruskan ke Polresta Magelang pada Agustus 2022.

”Kami berharap laporan ditindaklanjuti, berharap ada saat keadilan, kami juga meminta uang kembali karena akibat kejadian ini kios kami bangkrut, salah satu saudara saya tidak bisa melanjutkan kuliah dan kami menjadi punya hutang di bank,” tuturnya.

Polresta Magelang melalui penyidiknya Aipda Anwar membenarkan adanya penanganan perkara dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Siti Rokhanah warga Bandongan, Magelang, Jateng.

“Benar saat ini sedang kami tangani, masih dalam tahap  penyelidikan,” sebut Anwar saat dikonfirmasi yogyapos.com melalui sambungan seluler, Rabu (23/11/2022).

Sementara itu,  terlapor Ny R menyebutkan bahwa dirinya menginginkan perkara yang telah dilaporkan dapat dilakukan mediasi atau musyawarah, dirinya juga berupaya untuk bisa mengembalikan uang sejumlah Rp 500 juta.

“Benar kita awalnya menjalin kerjasama dalam penjualan beras, atas perkara yang telah dilaporkan saya berharap ada mediasi, saat ini sedang saya upayakan proses menjual aset, untuk mengembalikan uang senilai Rp 500 juta,” kata R saat dikonfirmasi yogyapos.com, Selasa (22/11/2022) malam.(Opo)

 

 

 

 

 

 


share on: