Yogyapos.com (BANDUNG) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dorong Muhammadiyah untuk dapat menciptakan generasi muda yang unggul, disamping upaya untuk terus membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat di seluruh Tanah Air.
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Milad ke-111 Muhammadiyah dan Pengajian Akbar PW Muhammadiyah Jawa Barat di Gedung Budaya Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (16/12/2023).
BACA JUGA: Merindukan Hakim Syuraih bin Al Harist
“Tantangan Muhammadiyah lebih sulit ke depan, jauh lebih kompleks. Kalau kita tidak berhasil menyiapkan generasi muda Muhammadiyah untuk mengisi kepemimpinan dan perjuangan, maka kita akan kehilangan peluang untuk mengisi masa depan Indonesia,” kata Menko Muhadjir melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik Minggu (17/12/2023).
Muhammadiyah harus mampu memberikan tanggung jawab kepada anak-anak muda dalam menjalankan amal usaha Muhammadiyah. Menko Muhadjir berpendapat, upaya itu dilakukan dalam rangka melatih kemampuan anak muda dalam menjawab tantangan masa depan.
BACA JUGA: Simpul-simpul Relawan Anies Baswedan-Muhaimin Gelar Festival Kentongan, Juri Embi N Noer
Ia menceritakan bahwa perjalanan panjang Muhammadiyah yang telah mampu menciptakan kader bangsa yang berpengaruh terhadap proses pembangunan dan kemajuan Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.
Sejumlah tokoh besar seperti Presiden Indonesia pertama Soekarno dan Presiden Indonesia kedua Soeharto, Panglima Besar Jenderal Soedirman, hingga Djuanda Kartawidjaja yang merupakan pahlawan nasional yang memberikan pengaruh besar terhadap kedaulatan laut Indonesia.
“Mereka pernah belajar dari tokoh pendahulu kita di Muhammadiyah. Lalu, bisakah kita melahirkan lagi kader-kader dari sekolah Muhammadiyah? Kader-kader besar, pemikir-pemikir besar, yang punya andil besar terhadap bangsa,” ungkap Muhadjir.
BACA JUGA: Menerima Dua Buku tentang Sultan HB X, Danrem Brigjen Zainul Bahar Mengaku Bangga
Upaya serupa, pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo, program pembangunan ditekankan kepada infrastruktur penunjang ekonomi dan mobilitas warga. Sedangkan pada periode kedua, pembangunan lebih difokuskan kepada upaya memperkuat keunggulan sumber daya manusia. (*)
