Menempati Rumah yang Sudah Dijual, Oknum Pengusaha Akan Dilanjut Diadili

share on:
Suasana sidang pembacaan putusan sela || YP-Ismet

Yogyapos.com (YOGYA) - Eksepsi terdakwa kasus menempati rumah tanpa hak, AA dan istrinya YI, akhirnya ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta yang diketuai Bandung Suharmoyo SH, Kamis (27/8/2020).

Dalam sidang putusan sela itu, hakim menilai eksepsi terdakwa melalui tim pengacaranya Oncan Purba Sh dan Willyam Saragih SH, telah memasuki pokok perkara. Atas putusan ini, hakim menyatakan akan melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi pada Kamis pekan depan.

“Kami memutuskan menolak eksekpsi terdakwa. Silakan jaksa memanggil hadirkan saksi-saksi dalam sidang lanjutan Kamis depan,” tegas hakim.

Terdakwa pasangan suami istri pengusaha penjualan onderdil mobil itu didakwa jaksa pelakukan pelanggaran terhadap Pasal 167 KUHP. Mereka menempati rumah yang sudah bukan lagi miliknya. Rumah di Jalan Magelang 14 Yogya itu semula memang milik terdakwa, tapi kemudian menjualnya kepada Yulia dan Gemawan warga Jakarta.

Dalam dakwaan jaksa Edi Budianto SH, disebutkan transaksi penjualan rumah senilai Rp 6,5 miliar sudah dilangsungkan, bahkan sudah dilakukan balik nama. Namun terdakwa hingga perkara ini disidangkan belum beranjak pergi dari rumah tersebut.

Berbeda dengan jaksa, tim pengacara terdakwa menyatakan dalam transaksi itu terdakwa hanya menerima uang Rp 5 miliar. Masih ada kekurangan Rp 1,5 miliar yang belum dibayar, sehingga sampai sekarang tetap menempati rumah tersebut.

“Kami menilai dakwaan jaksa terlalu dipaksakan. Ini sebenarnya masuk kasus perdata karena terikat dengan adanya kesepakatan. Dan itu akan kami buktikan nanti,” ujar Oncan usai sidang.

Oncan bahkan menyatakan telah melaporkan ke Polda DIY terkait dugaan pemalsuan dokumen yang menyebutkan pembeli telah melunai pembayaran tanah/rumah dengan penyerahan uang pelunasan Rp 1,25 miliar.  Padahal kliennya tidak pernah merasa menulis atau tanda tangan di dokumen itu. “Kami sebenarnya juga melaporkan tentang dugaan pemalsuan dokumen,” tukasnya. (Met)

 


share on: