Membangun Ekonomi Kreatif Melalui JFFE 2020

share on:
Suasana webinar antara praktisi festival dengan stake holder terkait || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Jogja Festivals Forum And Expo (JFFE) 2020 secara resmi digelar secara hybrid atau perpaduan luring dan daring, di Pendopo Royal Ambarrukmo dan www.jogfestforumexpo.com. Ada 70 festival se-ASEAN yang diundang dalam perhelatan yang berlangsung selama empat hari mulai 17-20 November 2020.

“Melalui kegiatan ini, JFFE 2020 ingin mengajak semua pemangku kepentingan berpikir perihal keberlangsungan festival di masa pandemi dan pasca pandemi. ASEAN menjadi agenda dalam JFFE 2020 tidak lepas dari fakta. Sejumlah festival di Yogyakarta kerap dijadikan pusat studi banding untuk sektor ekonomi kreatif oleh pemerintah dari berbagai negara anggota ASEAN,” ujar Heri Pemad kepada yogyapos.com, Selasa (17/11/2020). 

Dua tujuan digebernya JFFE 2020. Pertama, menyusun strategi dan mitigasi penyelenggaraan festival di Yogyakarta dan di ranah regional ASEAN, yang mencakup ketahanan dan keberlangsungan penyelenggaraan festival seni budaya di tengah dan pasca pandemi. Kedua, membangun representasi suara regional ASEAN melalui pegiat festival di forum dunia yang selama ini hanya terwakili di ranah-ranah sektoral.

Penasihat Jogja Festivals KPH Purbodiningrat menambahkan, JFFE 2020 yang digelar dalam adaptasi kebiasaan baru justru menjawab tantangan situasi sosial dan ekonomi saat ini.

“Terganggunya mobilitas fisik antarwilayah berdampak pada ketidakhadiran peserta festival dari kota atau negara lain secara fisik. Meskipun demikian, kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya pelibatan peserta festival yang lebih luas,” ucapnya.

Sementara itu Asisten Bidang Perekonimian dan Setda DIY Tri Saktiyana mengungkapkan festival menjadi ikon di sejumlah kota-kota di dunia. Yogyakarta dengan segala potensinya memiliki wadah bernama Jogja Festivals.

“Kami berharap JFFE 2020 bisa menjadi ajang berbagi pengalaman antara pemangku kepentingan dan pegiat festival di masa pandemi. Selain itu, perhelatan ini menjadi tempat bersandingnya budaya dan inovasi. (Fadholy)

 

 

 


share on: