Memasyarakatkan Basis Ekonomi Lewat Budidaya Stroberi

share on:
Pono Dwiyanto menunjukan tanaman stroberi yang telah berbuah || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAn) - Warga Dusun Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan Sleman, tengah merintis budidaya tanaman stroberi. Pencetus bersama warga menargetkan akan menanam pohon dengan jumlah total 50 ribu. Harapannya usaha bercocok tanam ini dapat mendorong peningkatan perekonomian warga sekaligus menambah daya tarik wisata di area Bukit Klangon.

Masyarakat dengan dana swadaya menanam tanaman buah yang populer ditanam di daerah dengan hawa sejuk atau dingin menggunakan plastik-plastik polibag berwarna hitam dan disusun menggunakan rak bambu. Kemudian diletakkan di lingkungan rumah masing- masing.

“Kita telah sepakat dengan seluruh warga dusun beserta Kelompok Wanita Tani Sarana Rejeki berencana akan menanam sebanyak 50 ribu pohon, mulai warga RT 1 hingga RT 4,” terang pencetus kegiatan, Timbul didampingi Pono Dwiyanto saat berbincang dengan media ini, Sabtu (9/10/2021), di kediamannya.

Menurut dia, untuk merintis usaha, pihaknya untuk sementara ini membiayai kegiatan dengan cara swadaya, mulai penyediaan bibit, polibag, media tanam maupun bambu. Dia berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan perkonomian warga selain itu menjadi daya tarik dengan keberadaan wisata ungulan Bukit Klangon yang lokasinya tidak jauh dari dusun tersebut.

“Sebagian dari yang kita tanam telah berbuah, saat ini tengah dirintis untuk mengembangkan makanan khas troberi, baru akan kita susun rencana pelatihan dan penyiapan sarana pendukung, baru proses pengajuan ke Kapanewon dan kalurahan untuk pelatihan tersebut. Untuk petik sendiri buah stroberi dipasang tarif Rp 10 ribu per pack mika atau berat 1 ons,” ujar dia.

Selain budidaya tanaman stroberi, imbuh Timbul, dirinya juga sedang menjajaki bisnis tanaman hias dengan membuka kios tanaman ‘Marta Garden’ yang didirikan tepat di tepi jalan menuju obwis Bukit Klangon.

“Di situ kita jual aneka tanaman hias, diantaranya anggrek, keladi, anthorium stroberi dan bibit buah jeruk madu. Kita banderol harga sekitar Rp 100 ribu untuk anggrek, antorium Rp 75 ribu, Jeruk madu Rp 60 ribu dan tanaman stroberi yang telah berbuah dihargai Rp 35 ribu, tersedia pula media tanam pupuk kandang berasal dari kotoran sapi, kambing dan sekam,” rinci dia.

 


share on: