Yogyapos.com (BANTUL) – Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), TNI-Polri dan berbagai unsur relawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebencanaan Hidrometeorologi, di Lapangan Paseban Pemkab Bantul, Selasa (28/11/2023).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 1.500 personel ini juga dilakukan penyerahan sejumlah peralatan penanggulangan kebencanaan oleh Sekda Bantul Agus Budi Raharjo slaku inspektur upacara mewakili Bupati Abdul Halim Muslih.
BACA JUGA: Broker Cimeng via Instagram, Pria Asal Klaten Diciduk Satres Narkoba Polresta Sleman
Agus Budi Raharja, menyatakan kesiapsigaan kebencanaan harus dipersiapkan sedini mungkin.
“Seluruh potensi dan kekuatan harus berfungsi untuk penanggulangan bencana. Artinya kewaspadan dan penanganan bencana sangat diperlukan bagi wilayah Kabupaten Bantul,” katanya.
Bantul merupakan wilayah rawan bencana tanah lonsor, banjir, puting beliung dan gempa bumi. Bahkan beberapa waktu lalu selama kemarau juga sering terjadi bencana kebakaran.
BACA JUGA: Tingkatkan Layanan, Bank Sleman Luncurkan ATM
“Pada tahun 2017 dan 2019 juga diserang oleh efek negatif dari hedrometeorologi. Hal itu juga mengakibatkan banyak kerusakan rumah, pohon tumbang dan banjir yang memberatkan masyarakat.
“Maka pada awal musin hujan saat ini kita harus meningkatkan kewaspadan kebencanaan untuk mengantisipasi hal-hal bencana yang suatu saat dapat terjadi,” sambungnya.
Adapun wilayah Bantul yang yang rawan banjir adalah Srandakan dan Sanden. Rawan tanah lonsor Dlingo, Pajangan, Imogiri dan Piyungan. Wilayah yangn rawan puting beliung dan gempa bumi hampir merata di 17 Kapanewon. (Spd)
