Melebihi Target, Art For Children TBY Diserbu Seribuan Anak

share on:
Masa depan ada ditangan ana-anak, keberanian tampil di muka umum merupakan modal utama || YP-Anes

Yogyapos.com (YOGYA) - Art For Children (AFC) merupakan salah satu ruang seni untuk anak yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Program ini adalah pembinaan khusus untuk anak-anak usia 5 – 16 tahun, dengan 12 kelas cabang kesenian; yakni vokal, ansambel musik, tari kreasi baru, tari klasik, senirupa 2D, senirupa 3D, dagelan, teater, pantomim, sastra, karawitan, dan batik. AFC digelar setiap hari Minggu pukul 10.00 – 12.00 wib, di area TBY.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-jfa-gelar-workshop-pembuatan-film-pendek-di-man-2-yogya-disambut-antusias-peserta-9588

“Untuk tahun 2023 ini, pembinaan AFC ada 27 pertemuan di setiap hari Minggu. Ada dua target. Pertama, pentas kolaborasi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dengan melibatkan seluruh cabang kelas kesenian. Kedua, pentas mandiri atau pameran mandiri di Yogyakarta, dan itu juga merupakan uji kompetensi pada masing-masing bidang kesenian,” jelas Padmono Anggoro, Kepala Seksi Penyajian dan Pembinaan Seni TBY saat pertemuan teknis dengan tim instruktur AFC.

Tatapan-tatapannya menembus cakrawala || YP-Anes 

Anggoro menuturkan bahwa animo masyarakat Yogyakarta untuk AFC di tahun ini meningkat pesat. Tercatat lebih dari seribu pendaftar masuk ke panitia penerimaan. Jumlah pendaftar di seluruh cabang kesenian melebihi target. Kuotanya mbludak dua atau tiga kali lipat. Antusiasme masyarakat ini disambut gembira oleh pihak TBY.

“Kami gembira dan menyambut baik antusias memasyarakat Yogyakarta. Selanjutnya, seluruh peserta yang telah mendaftarkan, akan diseleksi oleh para instruktur. Soal mekanisme teknis seleksi dan jumlah kuota setiap cabang tentu berbeda.Ini kami serahkan kepada kemampuan instruktur masing-masing bidang,” terang Anggoro.

Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Drs Purwiyati menjelaskan program AFC ini merupakan program unggulan yang memiliki tujuan pembinaan senianak.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-raspati-management-sambut-kebangkitan-rock-lewat-concertmotion-friday-im-in-rock-di-bandung-9606

“Program Art ForChilden merupakan laboratorium tempat mengolah dan mengembangkan seni budaya. Tentu AFC berorientasi pada proses yang memfasilitasi ruang kreatif bagi anak-anak. Harapannya, anak bisa merepresentasikan hasil bimbingan dengan baik, senang dan bahagia,” katanya.

Purwiati juga menjelaskan kepada redaksi bahwa konsep proses belajar di AFC adalah belajar dengan bermain, sehingga prosesnya lebih menyenangkan.

“Di AFC, selain belajar anak juga lebih mengenal banyak teman dankarakter, sehingga anak bisa tumbuh dengan percaya diri,” imbuhnya.

Hari ini kami masih belajar, esok siap memukau kalian || YP-Anes

Hari pertama, Minggu 5 Ferbuari, AFC dipenuhi orang tua mengantarkan anaknya untuk mengikuti seleksi. Salah satu orang tua, Muhammad Feni merasa senang dengan adanya program ini. Selain sifatnya gratis, program ini juga terlihat hasilnya di tahun-tahun sebelumnya.

“Saya kesini mendaftarkan dua anak. Pertama daftar teater, anak kedua kelas pantomim. Semoga diterima,” katanya.

Feni juga berharap program pembinaan seni seperti AFC TBY seperti ini perlu juga diselenggarakan instansi pemerintah lainnya. (Anes)


share on: