Masjid Darussalam Segera Dibangun, Bupati Bantul Ingatkan Pentingnya Toleransi

share on:
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih lakukan peletakan batu pertama pembanungan Masjid Darussalam, di Dusun Mantup, Baturetno, Banguntapan Bantul, Jumat (14/1/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Toleransi dan kerukunan antarumat beragama di menjadi perhatian Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Sebab toleransi, guyup rukun dan kebersamaan serta ketentraman bersama juga merupakan sunah Rasul.

Bupati menekankan hal itu usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darussalam, di Dusun Mantup, Baturetno, Banguntapan Bantul, Jumat (14/1/2022). Tentang toleransi ini, harapnya, perlu disampaikan terus menerus dilakukan oleh umat Islam.

“Diharapkan dakwah Islam juga mengedepankan toleransi dan mempergunakan cara yang arif dan terbaik. Sehingga bisa lebih positif dan memperoleh simpatik masyarakat,” kata Abdul Halim Muslih.

Dikatakan, cara dan metode dakwah secara arif dan simpatik sebagiamana yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada masa itu. Meski Nabi Muhammad selama berjuang menyebarkan Islam menemui banyak rintangan dan tantangan, namun beliau tetap melakukannya dengan cara yang bijak. 

Tentang toleransi ini, Abdul Halim mencontohkan bahwa saat itu Rasulullah juga pernah berutang piutang (meminjam dan meminjamkan uang) dengan orang yang beragama lain. Itu juga diberbolehkan dan memberikan wacana dan pendidkan toleransi kepada sesama manusia sebagai makhluk. “Hal demikian juga diikuti dan dilakikan oleh para sahabat Nabi,” jelasnya. 

Dikatakan, toleransi janganlah dianggap bid'ah dan lain sebagainya, melalainkan bisa dipandang sebagai sesuatu yang sunnah. Bahkan sebaiknya dipanpang juga sebagai keharusan. 

“Dengan adanya masjid ini bisa lebih menguatkan dakwah Islam di Bantul khususnya dan luar Bantul pada umumnya. Pendidkan dan keilmuan keislaman muslim dan muslimah juga semakin kuat dan luas,” tambah Halim yang juga memberikan bantuan sejumah semen untuk pembangunan ini. 

Sementara itu, Ustadz Ridhwan H selaku Penasehat Pembangunan masjid, mengatakan pembagunan masjid berilantai tiga ini membutuhkan biaya Rp 3,8 miliar. Kini sudah terkumoul sekitar Rp 600 juta. Sedangkan lahan sudah tersedia ratusan meter dari pewakaf. 

“Masjid ini bukan dirancang dan diperuntukan untuk model pondok pesentren, melainkan umum. Namun para santri (warga) akan dilayani belajar Alquran pagi hingga dan malam hari,” kata H Ridzwan. 

Selama ini pihaknya dalam mengadakan kegiatan tarbiyatul Quran sering di hotel yang terjangkau harganya sehingga cukup merepotkan dan kurang praktis. Setelah nanti masjid tersebut berdiri, diharapkan tarbiyatul Qurannya akan lebih baik. 

Lurah Baturetno, Sarjoko, mengatakan bersyukur dan menyambut positif dibagunnya masjid terbuts dan diharapkan menambah kemajuan.

Peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Forkompinca Kapanewon Banguntapan dan Kepala Kantor Kemenag Bantul H. Aidi Johansyah SAg MM. (Spd)

 


share on: