Mahasiswa UNY Produksi Bantal Keselamatan Meminimalisir Lakalantas

share on:
Bantal keselamatan dilengkapi mikro kontrol || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Mengantuk menimbulkan hambatan pada seseorang dalam melakukan aktivitas dan bahkan bisa berakibat kecelakaan. Dari penelitian yang telah dilakukan mengantuk  merupakan faktor kedua tertinggi kecelakaan setelah kelengahan.

Dari sinilah sekelompok mahasiswa UNY merancang bantal keselamatan berkendara sebagai upaya meminimalisasi kecelakaan yang disebabkan karena mengantuk.

Mereka adalah Suryadi prodi Pendidikan Teknik Otomotif, Ikhwanudin (Pendidikan Teknik Elektro), Riani Fatimah (Pendidikan Teknik Busana) dan Aulia Avi Basuki (Akuntansi).

Menurut Suryadi, ide pembuatan bantal ini muncul dari pengamatan pemberitaan media massa seperti TV,koran dan berita online mengenai kecelakaan yang didominasi karena pengemudi mengantuk. Oleh sebab itu diperlukan alat yang dapat membantu menyadarkan pengemudi saat mengantuk.

“Kami memilih bantal leher sebagai media karena sangat cocok digunakan saat berkendara, apalagi bantal leher sudah familiar digunakan saat bepergian menggunakan kendaraan roda empat,” katanya. Bantal leher dengan fitur anti kantuk ini dapat membantu para pengemudi untuk mencegah kantuk serta menanggulanginya agar timbul kesadaran. Riani Fatimah menambahkan bantal leherini didesain sedemikian rupa agar selain untuk menghindari kantuk juga dapat meningkatkan kenyamanan pada posisi kepala.

“Selain itu kursi kabin yang desainnya kurang memberikan kenyamanan dalam berkendara jarak jauh juga menyebabkan kelelahan pada leher,” paparnya, Jumat (11/6/2021).

Bantal ini dirancang menggunakan arduino nano sebagai mikro kontrol ler dan heartrate sensor sebagai pendeteksi detak jantung dengan sebuah output vibrator yang akan bergetar dan ditambah dengan output suara sebagai alarm saat pengendara mengalami kantuk.

Ikhwanudin menjelaskan, bantal ini disebut Bantara yang merupakan akronim dari bantal keselamatan berkendara dan terbuat dari dakron. Bahan yang diperlukan adalah bantal leher, arduinonano, speaker, sensor detak, baterai, tempat baterai, akrilik, PCB, tenol, tombolON/OFF, SDcardreader, kertas glossy, HCL dan H2O2 dan vibrating motor. 

“Kami menggunakan alat-alat seperti solder, gunting, bor, mesin jahit mini, amplas, gerinda dan setrika dalam pembuatannya” kata Ikhwanudin. Cara membuatnya, pertama kali buat rangkaian seperangkat elektronika yang diperlukan dalam produk bantara menggunakan proteus lalu cetak hasil desain rangkaiannya menggunakan kertas foto. Gambar rangkaian tersebut diletakkan diatas PCB kemudian dipanaskan menggunakan setrika hingga gambar rangkaian benar-benar tercetak pada PCB. Larutkan H2O (air), H2O2 dan HCL dengan perbandingan 4:2:l. Masukkan PCB kedalam larutan tersebut untuk membentuk jalur rangkaian. Langkah berikutnya merangkai/menyolder seperangkat bahan elektronika Bantara kepapan PCB menggunakan tenol. Buat dan masukkan program pada Arduino Nano untuk menjalankan fungsi input dan output padaproduk Bantara. Jangan lupa membuat box pelindung rangkaian elektronika menggunakan akrilik. Kemudian menentukan dan menandai posisi pemasangan sensor dan perangkat lainnya pada bantal leher. Satukan box berisi seperangkat rangkaian elektronika dengan bantal leher dan dikemas dengan kardus berbentuk kubus dengan mika di bagian depannya. Produksi inovasi bantal leher sebagai solusi pencegahan kecelakaan akibat kantuk berbasis mikro kontroller siap dipasarkan. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2020. (Deddy Herdito)

 


share on: