Lurah Karangtengah Nyatakan Belum Terima Permohonan Izin Proyek Tower

share on:
Sejumlah material pokok proyek tower telekomunkasi yang sudah berada di lokasi || YP-Supardiyono

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Pembangunan tower atau menara Base Transceiver Station (BTS) untuk menara telekomunikasi di wilayah Padukuhan Kedung, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul diduga belum mengantongi Izin (IMB).

Padahal, pendirian suatu menara telekomunikasi yang tidak disertai izin lengkap itu termasuk ilegal. Hal ini seperti diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi (Permenkominfo 02/2008). Pasal 21 Peraturan ini disebutkan, bahwa Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dapat memberikan sanksi administratif berupa teguran, peringatan, pengenaan denda, atau pencabutan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Terkait dugaan pelanggaran ini, Lurah Karangtengah Siswanto Anwar menyatakan proyek pembangunan menara tersebut sudah berlangsung beberapa hari, dan terdapat pekerja dari luar daerah.

“Memang ada beberapa pekerja yang berasal dari luar Gunungkidul. Pengerjaannya sudah sudah sejak beberapa hari yang lalu,” tuturnya

Namun begitu, pihaknya belum mengetahui apakah pekerja dari luar tersebut sudah mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 atau belum, sesuai dengan pelaturan pemerintah.

Dijelaskan juga dirinya hanya dimintai tanda tangan tetapi terkait radius yang terdampak saja. Adapun yang mengondisikan RT, RW dan Dukuh. “Heran pihaknya tidak memberitahukan ke kalurahan misalnya mau ngurus perizinan apakah tidak melalui kalurahan terlebih dulu,” keluhnya.

Keluhan juga disampaikan oleh warga Rt/Rw 04/06 melalui kepala RT Rubiyo, bahwa ada warganya yang berjarak dekat, sehingga ada kekhwatiran jika nanti tower tersebut sudah jadi dan berfungsi. Hal tersebut disampaikan dikediamanya kepada awak media.

“Yang ditakutkan warga kami yang dekat dengan tower adalah dampak negatifnya,” papar Rubiyo Jumat (28/5/2021.

Ketua Rt setempat (Ketua Rt 04) memberi keterangan kepada awak media terkait pembangunan tower sebenarnya sudah ada sosialisai kepada warga sekitar pada akhir maret 2021 yang dihadiri sekitar 20 warga.

“Masing-masing warga diberikan tali asih sebesar 1 Juta Rupiah,” terangnya. (Sdi)

 


share on: