Yogyapos.com (BANTUL) - Lurah Canden Jetis Kabupaten Bantul, AKBP (Purn) Beja WTP menginisiasi Haul Perdana Raden Mas Reksonegoro (Kyai Pulokadang atau Kyai Pulo), putera Pangeran Hangabehi Bin Sultan Hamengku Buwono I, di salah satu rumah warga Dusun Polakadang desa ini, Kamis (26/10/2023) malam.
Kia Pulokadang diyakini pejuang bangsa di Nusantara. Meski tidak tertulis di buku-buku sejarah, tetapi sepak terjang perjuangannya tidak diragukan lagi oleh warga Canden.
BACA JUGA: Eksekusi Tanah di Jalan Bener, Mulatsih Peroleh Kembali Haknya Setelah Lebih Sepuluh Tahun Berjuang
Ada pendapat yang mengatakan Kyai Pulo adalah guru dari Pangeran Diponegoro yang akhirnya turut aktif membantu perjuangan Pangeran Diponegoro. Tokoh ini diabadikan dengan nama dusun di sekitar yaitu Dusun Pulokadang yaitu berada sebelah utara Dusun Sawo.
Dusun ini memiliki dan merupakan cirikhas dan sebagai bukti asanya pendukung Pangeran Diponegoro. Sedangkan di sebelah Baratnya Sanggrahan, yang menjadi tempat transit peristirahatan Pangeran Diponegoro serta para laskarnya. Selain itu di dusun ini masih banyak bukti sejarah lainya terkait dengannya.
“Oleh karena itu, saya mendukung bahkan menginisiasi adanya haul perdana pejuang tersebut. Rois tahlilan dan mau'idhoh khasanahnya haul ini dipimpin KH Abdul Haris Hamid asal Bantul,” katanya.
BACA JUGA: Membumikan Sastra Lewat Angkringan Sastra
KH Abdul Haris Hamid, dalam majelis yang dihadiri ratusan orang ini, mengungkapkan sebagai santri harus meneladani perjuangan para pendahulu yang telah mengajarkan banyak hal positif untuk kita.
“Bangsa ini merdeka tidak serta merta merdeka. Melainkan melalui dan ada banyak darah nyawa yang sudah dipertaruhkan demi terwujudnya kemerdekaan yang hingga saat ini shasil perjuangan para pendahulu dinikmati masyarakat,” ungkap Abdul Haris,” ujarnya.
Insya Allah dengan adanya haul kali ini, sejarah panjang akan terus berlanjut. Generasi dan warga akan merawat dan menjaga makam keramat pejuang itu di Pulokadang. “Beliau dikenal alim dan memiliki semangat juang tinggi menyebar luaskan ilmu-ilmu agama, serta cinta kepada nusantara ini,” pungkasnya. (Spd)
