Lukisan 'Wajah' Antok ABRI, Gambaran Sosok Ibu Hebat

share on:
Antok ABRI

“SUMBER inspirasi kehidupan, penuh kekuatan, pantang menyerah, hidup penuh manfaat diabadikan untuk melayani keluarga dan masyarakat, selalu ada untuk Saya. Sosok itu adalah seorang ibu,” demikian Antok ABRI menjelaskan tentang salah satu lukisannya yang diberi judul ‘Wajah’.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-lully-tutus-bahagia-bersama-lukisan-8734

Antok ABRI yang memiliki nama asli Riyanto Ruswandoko menjelaskan, tahun 2020 pandemi mengganas, ada kebijakan pembatasan jarak sehingga pembelajaran berlangsung daring. Mata pelajaran seni rupa sulit mencapai hasil maksimal karena selain pemberian teori seharusnya murid juga rutin berkarya dan mendapat bimbingan langsung dari guru.

Lukisan 'Wajah' karya Antok ABRI

“Metode pembelajaran seperti itu ditambah beberapa problem lain di sekolah seperti system digital misalnya, sangat membebani pikiran. Hingga pada suatu malam, saya melakukan healing dengan cara melukis,” Antok ABRI yang juga guru SMSR (SMKN 3) Yogyakarta menerangkan ihwal inspirasi lukisan ukuran 50 x 60 cm berbahan acrylic di atas kanvas itu tecipta. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-di-darmin-kopi-pameran-kembang-sepatu-featuring-supantono-dikerubuti-alumni-smsr-9006

Antok ABRI menyatakan bahwa lebih dari dua tahun terakhir ini ia punya ruang yang dinamainya dengan ‘rekreasi batin’. Ketika merasa lelah, orang pasti butuh istirahat dan rekreasi. Antok memilih melukis. Sebagian besar lukisannya dikerjakan malam hari seusai mengajar dan mendampingi muridnya membuat kegiatan, yaitu menghidupkan galeri kecil di ruang kelas yang direkayasa menjadi ruang pamer dan semacam warung. Dan (lagi) ia menamai aktivitasnya dengan sebutan ‘energi malam’. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-perupa-supantono-pasca-retrospeksi-melanglang-asean-33

Beberapa waktu lalu Antok dan tiga temannya melalukan pameran. Pameran bertajuk ‘SeKawan'86’ ini belangsung di Kopi Macan Gallery and Coffee shop, Jalan Bugisan Selatan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, beberapa waktu lalu. Secara keseluruhan ada 32 lukisan dalam ditampilkan. Beberapa diantaranya adalah Tarian Kota, Gadis Desa, Sang, Kaum Buruh, dari Mardi Wadra. Slamet Riyadi menampilkan Imaji Pagi, Bersama Bogel, dan Telon Juga Ikut Menari. Syahrizal Pahlevi dengan karyanya: Seri  Pesohor dan Volcano. Sementara itu karya lain Antok  ABRI  yang pamerkan diantaranya berjudul Night Spirit, Celah, Ombak dan Bunga, Erat, dan Dialog.

Yuswantoro Adi, pemerhati seni rupa yang menulis katalog untuk pameran tersebut mengatakan bahwa empat sekawan peserta pameran adalah bagian dari  Kelompok 86, yaitu alumni Program Studi Seni Lukis, jurusan Seni Murni Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) Institut Seni Indonesia Yogyakarta angkatan tahun 1986.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pelukis-sentot-widodo-ekspresikan-lukisan-transformasi-sosial-di-widya-mataram-7735

“Kelompok Sekawan yang dalam Jawa kromo inggil berarti angka empat ini bukanlah kelompok dadakan atau kelompok baru yang tiba-tiba terbentuk karena berniat pameran lalu bubar setelahnya. Mereka sudah saling mengenal sejak lama dan masih karib hingga hari ini serta akan terus seperti itu selamanya, Merawat Perkawanan, Menjaga Yogyakarta,” pungkasnya. (Yuliantoro)

 


share on: