Yogyapos.com (BANTUL) -KBIHU PCNU Bantul menggelar pengajian Manasik Haji, di Aula Kantor PCNU Bantul di Jalan Marsda Adisucipto No. 45 Bantul, Minggu (14/6/2026).
BACA JUGA: Abdul Halim Muslih: Banser Harus Tetap Solid dan Siap Hadapi Tantangan Zaman
Kegiatan ini diikuti puluhan calon Jemaah haji. Meski masa keberangkatan mereka masih satu hingga dua tahun lagi, semangat untuk mempersiapkan diri sudah tampak sejak dini. Hal ini menunjukkan kesadaran bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan juga perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan ilmu, mental, kesehatan, serta kesabaran.
BACA JUGA: 99 Pendonor Darah Sukarela Terima Penghargaan PMI DIY 2026
Pengajian manasik kali ini menghadirkan dua narasumber, yakni KH Ahmad Zabidi Marzuqi Lc, Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ramly Giriloyo Imogiri Bantul, serta H Aidi Johansyah SAg MM, Kepala Bidang PAKIS Kanwil Kementerian Agama DIY yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Bantul.
BACA JUGA: Menteri Jumhur: Tanam Bambu Solusi Rehabilitasi Lingkungan dan Sumber Penghasilan Warga
Dalam pemaparannya, H Aidi Johansyah menjelaskan tentang pentingnya istithaah haji, yaitu kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk menunaikan ibadah haji, meliputi kemampuan finansial, pemahaman manasik, keamanan perjalanan, serta kesehatan fisik dan mental.

Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul tersebut menerangkan bahwa daftar calon jamaah haji yang akan diberangkatkan biasanya diumumkan oleh Kementerian Agama menjelang bulan Ramadhan pada tahun keberangkatan. Pada saat itulah para calon jamaah diminta untuk melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji.
BACA JUGA: Puisi Aprinus Salam: Indonesia Sedang Berjalan Ke Mana
“Persiapan finansial tentu penting, tetapi sebelum itu para calon jamaah perlu membekali diri dengan ilmu dan pemahaman manasik haji agar ketika berangkat nanti dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan benar,” jelasnya.
Sementara itu, KH Ahmad Zabidi Marzuqi menegaskan bahwa langkah para calon jamaah mengikuti bimbingan di KBIHU PCNU Bantul merupakan pilihan yang tepat. Melalui KBIHU NU Bantul, jamaah tidak hanya mendapatkan pembekalan fiqih haji, tetapi juga pendampingan spiritual berdasarkan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
BACA JUGA: GP Ansor Bantul Gulirkan Kreatif Academy bagi Generasi Muda
Menurutnya, bimbingan manasik yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemahaman syarat, rukun, dan tata cara ibadah secara fiqih, tetapi juga memperdalam dimensi tasawuf, doa-doa, dzikir, dan amalan khas Nahdlatul Ulama agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh makna.
BACA JUGA: Deny Ardianta Resmi Sebagai Ketua Askab PSSI Sleman
“Ketika berada di Madinah nanti, jamaah akan dibimbing dalam pelaksanaan ibadah Arbain, amalan sholat wajib berjamaah sebanyak 40 waktu secara berturut-turut di Masjid Nabawi Madinah serta tata cara ziarah ke makam Rasulullah SAW dan tempat-tempat bersejarah lainnya,” ujar KH Ahmad Zabidi.
BACA JUGA: Menyelami Laut Kerinduan dalam 'Gelombang Laut Ibu' Karya Ulfatin Ch
Sementara itu, Ketua KBIHU PCNU Bantul, H. Shobir Hatimy, menjelaskan bahwa keberadaan KBIHU PCNU Bantul didirikan untuk memberikan pembinaan dan pelayanan ibadah haji yang berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah kepada masyarakat Kabupaten Bantul.
BACA JUGA: Terima Suap, Hakim PN Cilacap Diberhentikan dengan Hak Pensiun
Menurutnya, masih banyak calon jamaah yang berangkat ke Tanah Suci dengan keterbatasan pemahaman mengenai pelaksanaan ibadah haji sesuai tradisi keagamaan yang selama ini mereka amalkan. Tidak jarang mereka mengalami kebingungan ketika menjumpai perbedaan praktik ibadah yang dipengaruhi oleh paham lain, sehingga menimbulkan keraguan terhadap amalan yang selama ini dijalankan.
BACA JUGA: Gubrak! Lurah Condongcatur Resmi Tersangka Korupsi, Polda DIY: Kerugian Negara Rp 1 M
“Karena itu KBIHU PCNU Bantul hadir sebagai wadah pembinaan, pendampingan, dan pelayanan bagi calon jamaah haji agar mereka dapat beribadah dengan tenang, mantap, dan sesuai tuntunan Aswaja an-Nahdliyah,” ungkapnya.
Shobir menambahkan, selama bulan Juni ini KBIHU PCNU Bantul mengagendakan pengajian manasik setiap Ahad pagi dengan menghadirkan para kiai yang memiliki kompetensi di bidang fikih haji, di antaranya KH Ahmad Zabidi Marzuqi, KH Damanhuri, dan KH Henry Sutopo.
BACA JUGA: Masyarakat Minang di Yogyakarta Laporkan Abu Janda ke Polda
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri secara lebih matang, baik dari aspek keilmuan, spiritualitas, maupun kesiapan mental sebelum berangkat menunaikan rukun Islam kelima. (Markaban Anwar)
