Lima Lurah di Bantul Terima SK Rintisan Desa Budaya

share on:
Penyerahan SK Rintisan Desa Budaya, di Gedung Pertemuan Pemerintah Kalurahan Karang Tengah, Selasa (14/11/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Lima kalurahan di Kabupaten Bantul masing-masing Mangunan Kapanewon Dlingo, Karang Tengah Imogiri, Wijirejo dan Caturharjo Pandak serta Argomulyo Sedayu ditetapkan sebagai Rintisan Desa Budaya Tahun 2023.

Penyerahan SK Penetapan Rintisan Desa Budaya 2023 ini dilakukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim  Muslih didampingi Kepala Dinas Kebudayaan (Kundo Kabudayan) Nugroho Eko Setiyanto dan Ketua Tim Verfikasi Slamet Pamuji kepada lima lurah itu, di Gedung Pertemuan Pemerintah Kalurahan Karang Tengah, Selasa (14/11/2023).

BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Kini Berpangkat Mayjend

“Pemkab Bantul berupaya agar semua kalurahan di Bantul menjadi rintisan desa budaya. Namun hal itu realisasinya bertahap,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

Penetapan rintisan desa budaya diperlukan karena Bantul merupakan bagian dari dan teras DIY sebagai pelestari budaya terkait dengan keistimewaan DIY.

“Selain itu, DIY merupakan bagian keajaiban dunia sebagaimana ditetapkan Unesco. Sehingga jika budayanya yang adiluhung dilestarikan dan dikembangkan juga akan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat dan pemerintah,” tambah Halim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setiyanto, mengungkapkan penetapan terhadap kelima desa ini sudah melalui verifikasi oleh tim verifikasi.

BACA JUGA: Kasus TKD Candibinangun, Penggeledahan Berlanjut ke Kantor PT JEW

“Rintisan desa budaya merupakan peluang sekaligus tantangan untuk kemajuaan budaya di masa mendatang. Oleh karena itu Pemkab Bantul akan selalu melakukan pendampingan dan pembinaan kepada kelima desa iin selama 3 tahun,” ungkap Nugroho.

Pada kesempatan sama, Ketua Tim Verifikasi Slamet Pamuji, membacakan Zurat Keputusan (SK) ini.

“Unsur yang harus dan ada dan diverifikasi antara lain kebudayaan jawa tradisonal, permaianan jawa tradisional, industri  kerajijan jawa, budaya dan bahasa masyarakatnya,” kata Slamet.

Penyerahan SK kali ini juga disertai dengan pemotongan lima tumpeng oleh Abdul Halim  Muslih dan diserahkan kepada lima lurah. Acara disemarakkan pentaskan tari golek ayun-ayun, kuda lumping dan gejog lesung. (Spd)

 


share on: