Lampu Penerangan di Jalan Flyover Jombor Minim

share on:
Suasana malam di Jembatan Layang Jombor dari sisi timur, hanya nampak sorot lampu mobil || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagian fasilitas penerangan jalan utama (PJU) yang terdapat pada bangunan Flyover Jombor  di Kabupaten Sleman tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut dapat disaksikan saat melintas pada malam hari, pada ruas jalan layang tersebut kondisinya gelap. 

Pantauan yogyapos.com pada Senin (12/12/2022) malam, keadaan gelap dapat dirasakan mulai akan  memasuki fly over dari arah Timur atau dari Jalan Padjajaran (Jalan Ring Road) menuju ke arah Barat, begitu pula yang mengarah ke Utara. Sejumlah PJU dalam keadaan padam. Di sisi Utara  hanya ada sekitar 3 lampu PJU yang nampak menyala.

Jurnalis media ini mencoba mengkonfirmasi Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Didapatkan keterangan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, Ersy Perdhana bahwa konstruksi Fly Over merupakan bagian kewenangannya, pihaknya juga telah mengetahui perihal padamnya sejumlah PJU di Fly Over Jombor. Sejauh ini masih dalam proses koordinasi untuk penanganannya.

“Sudah sempat kita bahas dengan Pemda. Kalau PJU seharusnya dari BPTD. Ini masih proses-proses koordinasi (untuk penanganan),” kata Ersy Perdhana kepada yogyapos.com dalam pesan singkatnya, Selasa (13/12/2022).

Menurut dia, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman telah terjadi hilangnya sebagian komponen kelistrikan.

“Info dari Dishub Sleman, banyak hilang kabelnya,” ujarnya.

Sementara itu Dinas Perhubungan Sleman melalui Sekretaris Dinas Sulton Fatoni ATD MEc Dev menandaskan bahwa penanganan kerusakan PJU pada bangunan Fly Over Jombor di luar  kewenangannya.

“Untuk biaya yang timbul dari pemeliharaan dan perbaikan PJU di Fly Over itu di luar ranah kami, selama (pemeliharaan) ini belum diserahkan ke Pemkab Sleman,” tandas Sulton.

Dirinya juga belum mengetahui terkait keberadaan Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) dalam hal pengelolaannya. “Saya juga belum mengetahui apakah pemeliharaan PJU telah diserahkan ke BPTD?,” sebutnya.

Dilansir dari laman bappeda.jogjaprov.go.id Flyover Jombor dibangun untuk mengurangi permasalahan lalulintas pada simpang 4 Jombor. Simpang 4 jombor merupakan simpang 4 bersinyal yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi pada jam puncak, karena merupakan salah satu jalur aksesibilitas luar kota menuju Magelang, Ambarawa, Salatiga dan Semarang. 

Flyover Jombor rencananya akan dibuat dengan panjang total 1.125 meter, lebar 7 meter. Dengan rincian, dari arah Jl Solo (timur ke barat) sepanjang 675 meter, kemudian di tengah dibuat jalan ke arah Magelang sepanjang 450 meter. Selain itu juga dibangun underpass sepanjang 446,5 meter. (Opo)

 

 

 


share on: