Koperasi Solusi Penguatan Ekonomi Masyarakat Agar Terhindar Pinjol

share on:
Suasana saresehan Peringatan Hari Koperasi ke-71 Kabupaten Bantul, Kamis (4/7/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Keberadaan koperasi dapat menjadi alternatif yang baik agar masyarakat tidak jatuh ke dalam kubangan hutang Pinjaman Online (Pinjol) dengan bunga yang cenderung mencekik leher mereka.

Koperasi, sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo mengajak, diharapkan mampu menguatkan perekonomian masyarakat secara riil yang mencakup berbagai sektor pembangunan.

BACA JUGA: Pemulangan Perdana Gelombang II dari Madinah, Jemaah PLM 10: Senang Alhamdulillah!

“Saya mengamati secara umum koperasi di Bantul yang jumlahnya mencapai ratusan perlu melakukan langkah inovatif untuk melakukan pengembangan agar mampu memberikan solusi persoalan ekonomi masyarakat,” kata Joko saat menjadi narasumber saresehan Peringatan Hari Koperasi ke-71 Kabupaten Bantul, Kamis (4/7/2024).

Menurutnya, akhir-akhir ini banyak anggota masyarakat berminat berhubungan dengan Pinjol ketimbang dengan koperasi. Hal ini tentu sangtat memprihatinkan, karena mereka banyak pula yang terjerat akibat bunga tinggi.

BACA JUGA: TKD di Sampang Gunungkidul Dibisniskan untuk Tanah Urug, Kejati Naikkan Kasus ke Penyidikan

“Jika koperasi berkembang, tentu masyarakat lebih memilih berhubungan dengan koperasi ketimbang bergantung pada Pinjol,” tandasnya.

Namun, lanjut Joko, koperasi kita belum berkembang pesat. Pada umumnya masih berjalan lambat, partisipasi masyarakat masih minim. Koperasi juga belum sepenuhnya bergerak di sektor riil, serta kemitraan koperasi dengan badan usaha tak maksimal dan manajemenya belum profesional.

“Untuk memberikan solusinya, maka koperasi harus mampu menggerakkan perekonomian di sektor riil,” saran Joko.

Adapun sektor riil yang dapat dijadikan peluang dalam pengembangan usaha diantaranya meliputi kelautan, perdagangan, pertanian, industri dan parwisata. 

BACA JUGA: Puluhan Tahun Tekuni Produksi Gamelan, Wito Siswoyo Telah Menyiapkan Calon Penerusnya

“Jika tema hari koperasi kali ini ‘Akselerasi Hilirisasi Ekonomi Melalui Koperasi dengan Kerjasama Hexahelix’ maka dapat diartikan betapa penting koperasi bergerak pada sektor riil,” sambungnya.

Untuk mewujudkan itu, Joko menyatakan dibutuhkan penguatan permodalan oleh Pemerintah kepada koperasi. Selain itu upaya pengembangannya jangan hanya terbatas pada acara serimonila saja dan tanpa ada tindak lanjutnya. Harus menekankan pada target dan pencapaian kinerja koperasi dan Pemerintah dalam menguatkan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Satresnarkoba Polresta Yogya Musnahkan 15 Paket Sabu

"Sekalipun pemberian bantuan permodalan ke koperasi oleh pemerintah tidak boleh karena terbentur aturan, namun diharapkan dapat dicari solusinya," imbuhnya.

Saresehan kali ini juga menghadikan narasumber yaitu Dosen Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta Zamrullah Setya Hardi SE PhD, salah seorang Notaris Deasy Widiasari SH MKn dan PLH Dinas Koperasi Usaha Kecil Dan Mengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Bantul Fenti Yusdhayanti. (Spd)


share on: