Konangan Ngemis, WNA Pakistan Ditangkap Petugas Imigrasi

share on:
Otoritas Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta menunjukkan WNA asal Pakistan kepada wartawan || YP/Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan, WM (38) ditangkap Tim Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, lantaran kedapatan berkeliaran dan mengemis di daerah Gondowulung Bantul.

Jusup Umardani selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta dalam press conference Rabu (18/3) sore menjelaskan, penangkapan WNA asal Pakistan ini berdasar laporan warga yang resah dengan aktivitas yang dilakukan WM, yang mengemis ke rumah warga.

“Warga melapor ke pihak polisi, lalu dilanjutkan ke kami. Mendapatkan laporan tersebut, Tim Pengawasan Orang Asing lalu melakukan kroscek ke lapangan, dan benar adanya jika WNA Pakistan tersebut melakukan aktivitas mengemis. Menurut laporan warga, sudah 2 hari ini WM berkeliaran di seputaran Gondowulung Bantul,” kata Jusup Umardani didampingi Kasi Intel Penindakan Keimigrasian, Purwantono.

Jusup Umardani melanjutkan, apabila aspek keberadaan WM tidak bermanfaat dan menggangu serta meresahkan masyarakat tentunya akan diproses lebih lanjut dengan melakukan langkah deportasi. Dari tangan WM petugas mengamankan barang bukti berupa paspor Pakistan, visa bisnis multiple, 1 unit HP serta uang tunai Rp 15 juta.

Dari data di Imigrasi Kelas I Yogya, WM masuk ke Yogya per 30 Januari 2020 melalui Bandara Ngurah Rai. Sedangkan dari trekking durasi tinggal, yang bersangkutan sudah sekitar 1 tahun berada di Indonesia. Lokasinya pun berpindah-pindah, dari Jakarta, Surabaya, Bali dan Yogya.

Kadiv Keimigrasian Kemenkumham Kanwil DIY Herman Siregar menegaskan, WNA yang menyalahi aturan harus ditindak tegas sesuai prosedural yang berlaku.

“Yang bersangkutan menggunakan visa multiple untuk izin berbisnis atau bekerja. Ini malah diperuntukkan untuk mengemis, yang otomatis aktivitasnya sangat meresahkan masyarakat. Kami juga menghimbau kepada warga, jika menemukan WNA yang mencurigakan segera melapor ke instansi terkait. Ini sebagai upaya menjaga keamanan dan kondusifitas di wilayah DIY,” pungkas Herman. (Dol)

 

 

 


share on: