Komplotan Pencoleng Hanya Butuh 12 Jam Bobol 17 ATM di Yogya dan Kulonprogo, Ditangkap di Bandung

share on:
Petugas menunjkkan 4 terangka pembobol ATM BPD dalam junpa pers di Mpolda DIY, Kamis (4/8/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Kejahatan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi di wilayah hukum Polda DIY. Kali ini dilakukan oleh komplotan beranggotakan 4 orang, melancarkan aksinya sejak 30 Juli dan menggasak uang senilai Rp 43.800.000 dari 17 ATM di Kota Yogya dan Kulonprogo.

Uniknya, sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda DIY, ketujuh belas ATM yang dijebol itu milik BPD DIY. Dalam aksi pertama rentang waktu Pukul 21.00-03.00 berhasil membobol 15 ATM.

“Kemudian, pada 1 Agustus 2022 pagi sekitar 06.00-07.00, pelaku kembali melancarkan aksi ke dua mesin ATM lain yang ada di Kulonprogo. Semua ATM yang dicuri milik BPD DIY. Pelaku sempat pula mencoba ATM bank-bank lain, tapi tidak berhasil,” ujar Kombes Pol Yuliyanto kepada wartawan di Mapolda DIY, Kamis (4/8/2022).

Dengan kata lain, selama 12 jam para penjahat terdiri DH (32 tahun) berasal dari Tanah Sereal Bogor, DF (33) dari Baleendah Bandung, TH (36) dari Cibinong Bogor dan WS (31) dari Tanggamus Lampung ini sanggup beraksi membobol 17 ATM di dua wilayah, Yogya dan Kulonprogo.

“Para tersangka berhasil kami tangkap di Bandung. Penangkapan dilakukan setelah koordinasi dengan Polres Kulonrogo, Borot, Bandung,” timpal Wadirreskrimum Polda DIY AKBP Tri Panungko.

Dijelaskan, modus kejahatan para tersangka sederhana yakni menggunakan alat penjepit uang dari tongsis, obeng, dan kartu ATM.

Mereka  bermula menyaru nasabah masuk ke ATM. Pelaku juga menggunakan kartu ATM yang berisi saldo dimasukan ke mesin ATM kemudian pencet tombol pin.

Selanjutnya dilakukan transaksi pengambilan uang sebesar yaitu Rp 1,5 juta. Setelah dipencet, mesin akan bereaksi menghitung uang yang akan dikeluarkan. Di saat itulah tersangka cekatan. Uang mau keluar di mesin otomatis mesin terbuka mengeluarkan uang. “Sewaktu mesin terbuka, tersangka langsung memasukkan obeng untuk mengganjal lubang keluar uang dan menmgambil uangnya menggunakan alat penjepit,” terang Tri.

Setelah itu obeng diambil dan di layar monitor tertulis transaksi gagal, sehingga otomatis saldo ATM pelaku masih tetap tidak berkurang.

Selain menangkap para tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai dan 1 unit mobil. Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (*/Met)


share on: