Klomtan Rukun Uji Coba Drone untuk Tanggulangi Hama

share on:
Drone kreasi Klomtan Rukun di Dusun Karang, Kalasan || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Bergesernya pertanian konvensional kearah konsep teknologi pertanian modern kini mulai dikembangkan sejumlah petani di berbagai wilayah di Indonesia.

Seperti halnya yang digagas oleh pengelola  Kelompok Tani Rukun di Dusun Karang Kalasan, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.

Pada kelompok tersebut telah dirintis aplikasi penanggulangan hama tanaman dengan menggunakan teknologi kekinian yakni dengan pemanfaatan Drone, uji coba dilakukan pada tanaman padi.

Menurut Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto teknik penyemprotan hama dengan menggunakan alat bantu Drone dapat diterapkan pada budidaya tanaman pangan, tidak menutup kemungkinan juga untuk tanaman holtikultura.

“Pada drone kita pasang tabung yang mampu membawan sebanyak total 10 liter, untuk luasan lahan 1000 meter persegi membutuhkan sebanyak  3 sampai 4 liter air yang sudah dicampur  insektisida ataupun fungisida hayati,” terang Janu kepada yogyapos.com, Kamis (15/10/2020).

Dengan cara ini, rinci dia, pekerjaan pemeliharaan tanaman akan lebih efektif dan efesien, penyemprotan hama menggunakan Drone dapat menyasar beberapa jenis hama diantaranya ulat daun, ngengat wereng, penggerek batang, kepik, kupu-kupu juga penyakit yang sifatnya jamur.

"Sementara ini alat drone tersebut kita dapatkan dengan cara menyewa dengan tarif Rp 25 ribu.

Kalau dengan cara manual kita butuh sekitar 25 liter air, sedangkan waktu penyemprotan seluas 1000 persegi hanya butuh waktu sekitar 2 menit, kalau dengan cara manual waktunya jauh lebih lama dari itu,” kata dia.

Meski sudah terbukti, namun pihaknya mengaku akan terus melakukan evaluasi sehingga kedepan metode ini dapat dioperasikan lebih optimal.

“Kami pun butuh dukungan dan perhatian dari pemerintah,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan. Heru Saptono ketika dimintai tanggapan terkait pemanfaatan teknologi pertanian ini memilih diam. Konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp tidak direspon. (Eko Purwono)

 

 

 

 


share on: