Kini Legend! Mbah Dibyo, Dari Rica-rica ke Nasi Kuning

share on:
Mbah Dibyo, 15 tahun menggerakkan ekonomi keluarga dari nasi kuning || YP-Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Di tengah gempuran berbagai makanan kekinian yang modern, usaha makanan jual nasi kuning tetap eksis. Selain itu, kuliner ini juga selalu menjadi pilihan favorit banyak orang, terutama kalangan anak-anak- anak dan kan orang tua.

Nasi kuning hidangan tradisionil Indonesia mempunyai ciri khas warna kuning rasanya yang gurih, aromanya yang khas, dan warnanya yang kuning cerah selalu berhasil menggoda selera. Salah satunya yang dijual oleh Mbah Dibyo.

BACA JUGA: Polda DIY Gelar Lomba E-Sport Mobile Legends Road to Kapolri Cup 2026, Diikuti 15 Tim

Warung nasi kuning Mbah Dibyo (60), sangat sederhana dipinggir Jalan Tempel-Turi sebelah Utara Pasar Tempel. Sekali lagi, Mbah Dibyo salah satu dari sekian banyaknya penjual nasi kuning yang terbilang legend. Gurih masaknya, warnanya kuning cerah dimasak dengan adonan santan dan kunyit, dipadukan lauk pauk seperti ayam sisir, telur, dipadu ditambah tempe kering dan bakmi.

BACA JUGA: Pasutri Arif Toto Rahardjo dan Ninoek Sriyani Gulirkan Program Apresiasi Umroh

"Saya buka warung ini dibantu istri, Sri Lestari, dari pukul 06.00 WIB sampai habis," kata, Mbah Dibyo yang sudah mempunyai dua cucu kepada yogyapos com, Minggu (12/7/2026).

Ia berjualan nasi kuning sudah 15 tahun lalu. Berkat kegigihan dalam mengolah masaknya setiap pagi pembelinya rela antre. Harganya yang relatif terjangkau Rp 5000/porsi atau bungkus, menjadikannya pilihan yang ramah dikantong ibu-ibu penggemar nasi kuning. Disamping hidangan yang praktis dan menghemat waktu, siap disantap, sehingga tidak perlu repot-repot memasaknya sendiri.

BACA JUGA: Indonesia Punya Keunggulan yang Tak Dimiliki Negara Lain Untuk Jadi Green Superpower

"Dulu sebelum berjualan nasi kuning, berjualan rica-rica. Namun karena peminatnya tidak banyak kemudian pindah haluan jual nasi kuning. Alhamdullilah d ngan jual nasi kuning cepat habis oleh pembeli, " ungkap Mbah Dibyo, lulusan SMP 1 Sleman Angkatan 81. 

Penasaran silahkan mencoba menyan tap nasi kuning bersama teman-teman atau keluarga bi sa menjadi momen yang menyenangkan dan membangun keber samaan. (Agung DP)


share on: