Ki Sujanto Ingatkan Komitmen Bupati Terpilih bagi Dunia Kesenian

share on:
Ketua Pepadi Bantul, Ki Sujanto || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Pelaksanaan Pilkada Bantul 2020 tinggal hitungan hari. Berbagai harapan pun disuarakan oleh masyarakat kepada Bupati dan Wakil Bupati nantinya. Harapan untuk pemajuan kesenian misalnya, sebagaimana disampaikan Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Bantul, Ki Sujanto.

“Kami berharap, siapapun yang terpilih sebagai Bupati Bantul harus punya komitmen memajukan dan memberdayakan para seniman. Penyediaan dana anggaran yang layak demi pemajuan kesenian dan seniman termasuk seni pedalangan oleh Dinas atau Pemkab Bantul,” harap Ki Sujanto kepada yogyapos.com, di Bantul, Selasa (24/11/2020).

Menurut dia, jangan sampai keinginan Pemda (Dinas Kebudayaan dengan Pepadi) berbeda atau kontradiksi dalam hal mengambil kebijakan terkait dengan seni budaya. 

Oleh karena itu nantinya Bupati dan Wakil Bupati perlu mengamodir dan memudahkan keinginan seniman. Diantaranya bupati mempermudah bagi sanggar dan paguyuban dalam mencari NIK (Nomer Induk Regristasi). Ini fungsinya sebagai syarat untuk memeroleh Dana Keistimewaan (Danais) bagi paguyuban dan sanggar.

Diungkapkan, Aaturan dan mekanisme untuk memajukan seni budaya di Bantul yang selama ini kurang menguntungkan bagi seni budaya, harus diubah mekanismenya agar lebih baik dari sebelumnya.

“Mensejahterakan seniman (pedalangan, pesinden, penari, kerawitan, keroncong, serta ketoprak dan yang lainnya) merupakan salah satu upaya melestarikan dan memajukan serta memberdayakan seni budaya di Bantul,” katanya.

Dicontohkan bahwa jumlah pengurus dan anggota Pepadi Bantul sekitar 360-an orang. Normalnya mendapatkan jatah 40 hingga 50 titik pentas wayang per tahun. Anggarannya Rp 31 juta per titik. Sehingga diharapkan di tahun 2021/2024 bisa lebih baik .

Mengenai jumlah seniman termasuk reog, ketoprak, pepadi, sinden, keroncong, tari dan lainnya berikut keluarga mereka mencapai sekitar 17.000 jiwa. Dari jumlah tersebut yang terbanyak reog dan jatilan.

Itu sebabnya kelak dibutuhkan alokasi untuk pementasan di 17 Kecamatan.  

“Sekali lagi kami berharap, seniman dapat dengan mudah dan mencukupi mengakses Danais, meski danais selama ini bisa juga meninabobokan. Contohnya dulu gotong royong membudaya, namun kini tidak lagi dilakukan akibat adanya danais,” jelasnya. 

Sementara tentang dunia pedalangan, Ki Sujanto mengungkapkan bahwa di Bantul kini ada kategori Dalang Sepuh, (senior) Madya (muda) dan Muda (remaja). Mereka kesemuanya mengharapkan adanya perhatian kebijakan dari Pemkab Bantul.

“Intinya, jangan sampai ada pro dan kontra antara seniman dengan dinas. Di sisi lain Pepadi juga selalu berupaya transparan dan profesional dalam berorganisasi” tegasnya. (Supardi/Met)

 

 

 

 

 

 


share on: