Ketua BPC Gapensi Bantul Respon Kegigihan Tim Medis Tangani Covid-19

share on:
Wennas Adjosoko || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua BPC Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kabupaten Bantul, Wennas Adjisoko merespon dan mengacungi jempol kepada tim medis dalam bekerja menangani pemberantasan dan pencegahan pendemi Covid-19. Salah satu apresiasi itu diujudkan dalam bentuk lagu.

"Sebagai salah satu ujud yang saya lakukan untuk mengapresiasi terhadap pengabdian dan jasa tim medis, maka saya yang juga sebagai pencipta lagu, belum lama ini, telah mengarang sebuah buah lagu berjudul Wanito Abdi Negoro,” kata Wennas yang juga pengurus komunitas hobi menembak ‘Nangoi Shooting Club’ yang bernaung di Perbakin DIY kepada yogyapos.com, di kantornya Patalan Jalan Yogya-Parangtritis, Senin (22/62020).

Wennas mengungkapkan, lagu Wanito Abdi Negoro yang dinyanyikan oleh Krisanti itu berkisah tetang betapa gigihnya tim medis dalam mensikapi pasien Covid-19. Lagu ini diupload dalam youtube, diharapkan bisa memberikan inspirasi dan memotivasi semua pihak dalam upaya pemberantasan virus Corona. 

Menurut Wennas yang juga  mempunyai hobi menembak, bahwa lagu tersebut menceritakan betapa gigihnya tim medis dalam mensikapi pasien Covid-19. Lagu dinyanyikan  Kristanti. Ini juga sempat diupload di youtube. Lagu in diharapkan bisa memberikan inspirasi, motivasi semua pihak dalam upaya pemberantasan Corona.

Untuk mencari hiburan dan srawung, meski dirinya sebagai orang yang aktif di Asosiasi BPC Gapensi Bantul juga aktif di kegiatan lainnya. Salah satu kegiatan yang juga pernah diikuti yaitu ambil bagian dan menjuarai event pertandingan Jogja Open Championship 2018. Bahkan di event ini berhasil meraih juara  di kelas Tactical Prone Jarak 300 meter.

Ketika ditanya tentang bagaiman dengan adanya peluncuran lelang di Kabupaten Bantul, yang terkait dengan Gapensi, Wennas menyatakan pihaknya mengimbau kepada seluruh anggotanya agar lebih meningkatkan kwalitas penawaran. Ini dilakukan karena jumlah paket yang tersedia telah banyak berkurang. Penyebabnya adalah refocusing penanganan Covid-19. (Supardi/Ismet)

 


share on: