Kerusakan Ruas Jalan Tempel-Klangon Dikeluhkan Warga, Menjadi Pemicu Kecelakaan

share on:
Sejumlah kerusakan dijumpai pada ruas Jalan Tempel - Klangon di wilayah Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman, Senin (6/1/2025) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kerusakan ruas Jalan Tempel - Klangon di wilayah Kapanewon Tempel, Sleman kembali disoal warga dan pengguna jalan. Bagaimana tidak, jalan yang berstatus provinsi ini banyak yang berlubang. Tak ayal, kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan kendaraan bermotor. 

Pemicu kerusakan diduga berasal dari kendaraan tonase besar yang melintas ruas jalan tersebut, termasuk sebagian armada milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang sedang mengerjakan proyek Jalan Tol Jogja - Bawen di wilayah Kalurahan Banyurejo, Tempel. 

BACA JUGA: HUT ke-44 Satpam, Dimeriahkan Jalan Sehat dan Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kondisi tersebut dikeluhkan salah satu warga Dusun Ngabean Kalurahan Banyurejo, Ahmad Chalimi (41), dirinya berharap agar segera dilakukan pembenahan. 

“Kami mohon kepada pemerintah, kondisi jalan Klangon Tempel yang banyak berlubang untuk diperhatikan, lubangnya terlalu besar dan berkali-kali kejadian kecelakaan, sampai ada yang meninggal dunia,” tutur Ahmad kepada yogyapos.com, Senin (6/1/2025). 

Dia menyebutkan, sejatinya penambalan pernah dilakukan, namun belum signifikan karena tidak dikerjakan secara menyeluruh. Padahal kerusakan meluas hingga di sejumlah titik, seperti di daerah Kalurahan Tambakrejo, Sumberejo, Margorejo dan Pondokrejo. Kerusakan diduga karena truk tonase besar yang melintasi jalan. 

BACA JUGA: Penyair Ulfatin Ch Membaca 'Gelombang Laut Ibu'

“Ada lubang di sekitar Sumberejo itu dalam sekali, jika malam terjadi hijan, bisa dipastikan kalau motor masuk lubang itu pasti jatuh, semenjak ada proyek tol jalan jadi lebih parah rusaknya. Sebenarnya ada juga truk tronton muatan material engak ke proyek tol, tapi hanya melintas saja," ungkapnya. 

Panewu Tempel Agung Dwi Maryoto SH MSi menambahkan, terkait penanganan kerusakan jalan, pihak Bina Marga Dinas PUPESDM DIY akan melayangkan surat resmi kepada PT Adhi Karya selaku kontraktor yang mengerjakan proyek milik PT Jasamarga Jogja Bawen (PT JJB) untuk langkah perbaikan. 

BACA JUGA: Dilema Libur Ramadan, Gus Hilmy: Sebulan Saja untuk Menebalkan Spiritualitas Anak

“Jadi dari pihak provinsi akan mengajukan surat resmi ke Adhi Karya untuk perbaikan jalan, mulai dari bangjo (traffic light) Simpang Empat Tempel sampai di Buk Renteng, nanti akan dieksekusi (penambalan) oleh Adhi Karya,” jelas Agung. 

Perwakilan PT Adhi Karya (Persero) melalui Ghazali dan Ari Setiawan menjelaskan sejauh ini telah sering dilakukan penambalan jalan secara parsial. Pihaknya menampik bahwa pemicu kerusakan jalan hanya berasal dari armada miliknya. 

“Sebenarnya penambalan parsial sering kita lakukan, dan penyebab kerusakan jalan bukan hanya disebabkan armada milik Adhi Karya, maka kita juga menunggu arahan dari Dinas Perhubungan DIY,” timpal Ari.

BACA JUGA: Satu Decade Dwi Manunggal Group, 2025 Launching Produk Terbaru Minuman Serbuk

Sementara itu, MN Karim salah satu Staf Proyek PT JJB mengungkapkan, sebelum dilakukan perbaikan pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait, agar teknis penanganannya lebih optimal. 

“Dari hasil rapat kita menunggu arahan dari PU Sleman dan PU Provinsi DIY, dalam arti untuk hal yang akan dilakukan dimulai dari ruas mana, lubang sebelah mana, kemudian spesifikasi untuk memperbaiki apakah menggunakan aspal atau beton,  sehingga perbaikan yang kita lakukan sesuai harapan dari pihak-pihak terkait,” tukas Karim. (Opo) 

 


 


share on: