Kelor Resmi Jadi Desa Wisata Sejarah

share on:
Pemberian penghagaan dan tali asih kepada anggota LVRI || YP/Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sejarah adalah modal berharga bagi generasi penerus. Jejak, situs dan peninggalan sejarah yang ada di sekitar kita bisa dijadikan media pembelajaran bagi siapa saja agar kesinambungan sejarah bisa terus ditumbuh kembangkan, baik untuk pendidikan maupun pariwisata.

Demikian Heri Istyawan dari Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta saat memberi sambutan pasa peresmian Desa Wisata Sejarah Kelor di Bangunkerto Turi Sleman DIY, Kamis  (19/12/2019). Momen ini bertepatan dengan Hari Bela Negara yang berlatar belakang peristiwa Agresi Militer Belanda pada 19 Desember 1948.

Dengan memberdayakan jejak sejarah seperti di Dusun Kelor ini, sambungnya, akan menambah khazanah pengetahuan bagi bangsa Indonesia. Dusun Kelor pernah menjadi markas Tentara Pelajar saat Clash II antara 1948-1949. Peninggalan sejarah yang ada di Kelor antara lain pendopo tua, belik yang digunakan untuk minum Tentara Pelajar, rute gerilya, dan beberapa anggota anggota Tentara Pelajar yang telah meninggal.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Nyoman Rai Savitri SPsi MEc Dev, dalam sambutannya sangat mengapresiasi rebranding Dusun Kelor sebagai desa wisata sejarah. “Kelor telah memberi contoh bagaimana mengeskplorasi potensi menjadi karakter desa wisata sehingga unik dan langka. Ini yang akan membedakan Kelor dari desa wisata yang lain. Dari situlah kita akan menemukan keunggulan dan prospek ke depan,” tandasnya.

Sementar itu Ketua STIE Pariwisata API Yogyakarta, Susilo Budi Winarno SH MHum yang hadir dalam acara itu memberikan tanggapan yang positif. "Peresmian Desa Wisata Sejarah Kelor ini menyadarkan banyak pihak tentang pentingnya kolaborasi antar stakeholder pariwisata, sehingga potensi yang dimiliki desa bisa dieksplorasi secara lebih maksimal" paparnya. Kelor bisa menjadi rujukan pengembangan pariwisata, tandasnya, tidak saja bagi Sleman tetapi juga Yogyakarta bahkan Indonesia.

Acara peresmian dan rebranding desa wisata Kelor sebagai desa wisata sejarah diawali dengan Nitilaku Jejak Juang Tentara Pelajar dipimpin R. Bambang Nursinggih SSn dari LKJ Sekar Pangawikan diikuti seluruh warga Dusun Kelor. Dilanjutkan pemberian Penghargaan dan tali asih dari Dinas Pariwisata Kab. Sleman kepada para veteran dari Turi, ditutup dengan pembacaan puisi oleh tiga siswa SD Kelor dan pentas Vivakustik dari Yogyakarta. Para anggota veteran yang hadir terkesan dengan Nimas Santosa yang melagukan "Caping Gunung" dalam irama bosanofa.

Hadir dalam acara itu Dinas Kebudayaan Sleman, Dinas Pendidikan Sleman, Dinas Pertanian Sleman, peleton inti (Tonti) SMP Negeri I Turi dan badan mahasiswa jurusan sejarah dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta. (Iud)

 


share on: