Kejari Sleman Terima Pelimpahan 13 Tersangka Kasus Pengeroyokan di Girikerto

share on:
Kasipidum kejari Sleman, Andika Romadona || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menerima penyerahan 13 tersangka dan barang bukti (tahap dua) perkara penyeroyokan yang menyebabkan korban tewas Andi Nur Widodo (31) warga Dusun Mejing, Kalurahan Ambarketawang, Gamping serta korban luka berat Tedy Susilo (43) warga Ngabean, Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan secara virtual. Jaksa Penuntut Umum (JPU) berada di kantor Kejari Sleman dan para tersangka berada di Mapolres Sleman. Sedangkan sejumlah barang bukti turut diserahkan langsung kepada pihak Kejari Sleman.

Pantauan yogyapos.com seiring pelimpahan perkara itu, terlihat puluhan massa berada di luar halaman Kantor Kejari Sleman. Mereka massa dari pihak korban yang sebagian diantaranya mengenakan pakaian uniform.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Sleman, Andika Romadona SH mengatakan lantaran masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka penyerahan para tersangka digelar secara virtual guna mencegah kerumunan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kluster baru.

“Kami menghindari kerumunan massa untuk mencegah penyebaran Covid-19. Posisi para tersangka ada di Mapolres Sleman, kemudian barang bukti langsung dibawa kesini. Ada 26 item, diantaranya batu, kendaraan, pakaian, sepatu,” terang Andika kepada yogyapos.com usai menerima pelimpahan, Rabu (15/9/2021).

Para tersangka, jelas dia, dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 dan ayat (3) KUHP tentang kekerasan terhadap orang secara bersama-sama di muka umum yang menyebabkan kematian dan luka berat.

“perkaara ini dalam waktu dekat maksimal tujuh hari kedepan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sleman untuk disidaangkan. Bertindak sebagai jaksa dalam penuntutan adalah Hanifah SH dan Rina,” imbuhnya.

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Kamis (13/5/2021) sekitar Pukul 01.00  WIB di Tegalpanggung, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi. Saat itu korban melintas dengan mengendarai sepeda motor berboncengan di depan para pelaku yang sedang berkumpul. Diduga karena memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, maka para tersangka yang emosi kemudian melakukan pengejaran. Belakangan ada yang meneriaki korban sebagai pelaku klitih, terjadilah pengeroyokan. (Opo)

 


share on: