Yogyapos.com (SLEMAN) - Langkah menggalakan kesiapsiagaan bencana kepada kalangan anak usia dini di lingkungan sekolah, dilakukan LPBINU Kabupaten Sleman. Kali ini menyasar Raudhatul Athfal Bina Akhlaq di Jl Kaliurang Km 17 Pakembinangun, Pakem.
BACA JUGA: Prajurit dan PNS Korem 072/Pmk Doa Bersama Menyongsong Hari Pahlawan
Kegiatan diikuti 64 anak RA dan 6 guru. Para peserta mendapatkan edukasi dan melakukan simulasi tanggal darurat bencana gempa bumi dan gunung meletus di lingkungan sekolah.
Hadir sebagai narasumber Ketua LPBINU Sleman Sri Wijoko dan Dr E Naryaka bersama Tim Fasilitator dan pendamping terdiri Taufik Efendi/JJe (LPBINU-TRC), Sri Puji, Dwi Jaza, dari Bagana terdiri Widoro, Teguh Waluya S Pd dan Kasma.
BACA JUGA: Talkshow Pasar Bela Negara Perpaduan Pemberdayaan UMKM dan Nasionalisme
"Hari ini kita diundang pihak sekolah untuk melaksanakan pelatihan tanggap darurat bencana bagi anak RA Bina Akhlaq," kata Sri Wijoko disela acara, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat besar untuk mengenal pentingnya mitigasi bencana baik untuk dirinya sendiri maupun anak didik dimasing-masing satuan pendidkan.
BACA JUGA: IHR Piala Raja HB X akan Diikuti 120 Kuda di Pacuan Kuda Stadion Sultan Agung
"Tujuannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan anak-anak, agar mereka bisa melindungi diri sendiri dan membantu teman mereka saat terjadi bencana," ujarnya.
Pelatihan dilakukan pendekatan yang ramah anak, seperti permainan dan simulasi, agar anak-anak tidak takut terhadap bencana dan memahami cara bertindak yang benar.
BACA JUGA: Disdikpora Bantul Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi
Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan, termasuk Kepala RA Bina Akhlaq Dwi Sulistiyawati beserta guru-guru terdiri Ida Farida, Malikhatun Wasilah, Wagirah, Feny Soraya Fatikah dan Istiqomah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dari LPBINU Sleman yang telah memberikan edukasi penanganan kebencanaan, kegiatan ini sangat penting bagi kami," tutur Dwi. (Opo)
