Kebijakan PSTKM Berdampak Langsung bagi Pedagang Pasar Tradisional

share on:
Los pasar tradsional di Bantul yang tampak sepi pengunjung sejak diberlakukan PSTKM || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dampak kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) melalui Intruksi Bupati Bantul, mulai dirasakan oleh para pedagang di pasar-pasar tradisional. Mereka menyatakan terdampak langsung karena sepi pengunjung dibandingkan dengan yang terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Pemantauan yogyapos.com di Pasar Imogiri, Barongan dan Bantul, Kamis (15/1) menunjukkan, pengunjung nampak berkurang secara drastis. Bahkan sejumlah pedagang terpaksa memilih tidak berjualan.

Sejumlah pedagang di Pasar Barongan dan Imogiri dua diantarannya Darinah (60) dan Suhartini (64), mengatakan pasar menjadi sepi karena jam buka dibatasi hingga pukul 12.00 WIB. Selain itu juga karena ketimbang jam bukanya tidak penuh, maka sebagian mereka memilih tidak buka untuk sementara waktu sambil menunggu diperbolehkannya buka kembali hingga sore hari.

Ungkapan senada disampaikan Jumardi Sehono (47) selaku pedangang di Pasar Imogiri, pasar sepi pembeli juga karena pengaruh masyarakat hati-hati terhadap adanya pandemi Covid-19, sehingga mengurungkan niatnya untuk berbelanja di pasar.

“Selain itu khusus para pembeli cabe enggan berbelanja karena harga cabe mahal. Cabe rawit merah Rp 80.000 per kg dan cabe keriting merah sekitar Rp 40.000 per kg,” kata Jumardi.

Ia menambahkan, namun harga beras dan gula pasir  masih normal dan stabil. Beras jenis dan kualitas medium berkisar Rp 9.250 hingga Rp 10.000 per kg. Gula pasir berkisar Rp 12.300 per kg.

Sementara pengadaan dan suplai barang dagangan dari para pemasok relatif masih lancar. Namun permintaan konsumen terhadap komoditas jenis itu cenderung berkurang (melemah). (Supardi)

 


share on: