Kasus Sate Sianida: Tomy Akui Pernah Pacaran dengan Terdakwa, Tak Pernah Janji Menikahi

share on:
Saksi Tomy (kemeja kotak-kotak) disumpah sebelum memberikan kesaksian || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Teka-teki benarkah NA (25) terdakwa kasus sate beracun pernah menjalin asmara dengan seorang anggota Polda DIY akhirnya terjawab. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan yang digelar di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Pria yang disebut pernah menjalin asmara dengan terdakwa itu tak lain Aiptu Tomy Astanto, sebagaimana diakuinya di hadapan majelis hakim diketuai Aminudin SH.

Tomy menyatakan pertama bertemu terdakwa ketika bertugas di Hotel Yogya Inn Tahun. Dari pertemuan dan hubungan pertemanan biasa itu jali berlanjut pacaran pada Januari-Februari 2017.

Tidak dijelaskan secara rinci kenapa kemudian mereka berpisah. Tomy hanya menyatakan bahwa pada September 2017 dirinya menikah, bukan dengan terdakwa melainkan dengan perempuan lain yang sampai sekarang menjadi istrinya.

“Setelah menikah, saya tidak bertemu langsung (dengan terdakwa). Terakhir Februari 2021 terdakwa (NA) minta bertemu tapi saya tolak. Dia mengeluh susah menemui saya,” kata Tomy seraya menegaskan ketika pacaran tak pernah menjanjikan akan menikahi terdakwa.

Sebaliknya terdakwa mengaku (setidaknya merasa, red) masih pacaran dengan Tomy sampai 2021. Dia menyatakan kejengkelannya karena tidak dinikahi oleh saksi Tomy. Sehingga ingin membuat pelajaran kepada Tomy dengan cara mengirim sate yang sudah dibubuhi Sianida.

Itu terjadi pada 25 April 2021. Pengiriman dilakukan menggunakan jasa Bandiman, seorang pengemudi ojek online. Maksud hati agar sate tersebut dikonsumsi Tomy, tapi ternyata salah sasaran.

Seperti disebutkan Tomy, pada April 2021 sore itu ia sedang tugas di Banten mendapat telepon lantas menyuruh istrinya agar jangan mau menerima sate yang dikirmkan Bandiman yang dikatakannya dari seseorang di Pakualaman Yogya. Sebab dirinya memang tidak mengenal orang yang dimaksud.

Karena penolakan itu, sate selanjutnya dibawa pulang. Sampai di rumah, Slakan, Bangunjiwo, Bantul, sate dimakan Bandiman bersama istri dan dua anakya. Istri mual-mual, sedangkan anaknya NFP (10) meninggal dunia akibat keracunan. (Met)


share on: