Kasus Kematian Lukman, Ny Andriani Mohon Hukuman Setimpal terhadap 13 Tersangka

share on:
Ny Andriani (berhijab) didampingim Tim LKBH Pandawa saat memberikan keterangan pers dan menunjukkan foto Lukman yang dianiaya hingga tewas || YP-Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Terkait kasus meninggalnya Lukman Rahma Wijaya (18) warga Wonokromo Pleret Bantul, yang dianiaya 13 tersangka pada 8 Agustus lalu, Ny Andriani selaku ibu korban dengan didampingi tim advokasi dari LKBH Pandawa mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) DIY di Jl Batikan Umbulharjo Yogya, Kamis (27/8/2020) siang.

Koordinator LKBH Pandawa Tomas Edi SH mengatakan, kedatangannya di KPAI DIY untuk melakukan pengaduan terhadap hilangya nyawa Lukman Rahma akibat penganiayaan.

“Bu Andriani masih syok berat dengan meninggalnya Lukman. Keluarga korban menduga yang dilakukan oleh para tersangka termasuk pelanggaran HAM berat lantaran telah menghilangkan nyawa seseorang. Dengan mengadu dan menggandeng KPAI, kami berharap kasus ini dikawal dan diawasi secara proporsional. Sehingga proses pidana terhadap para tersangka berjalan tuntas, dan para pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” kata Tomas Edi.

Masih menurut Tomas Edi, pihaknya meminta kepada aparat terkait untuk kembali mendalami kasus penganiayaan ini lantaran banyak luka lebam yang dirasa janggal. “Kami pun sangat mengapresiasi langkah dari Sat Reskrim Polres Bantul yang dengan sigap dan cepat meringkus 13 tersangka yang mayoritas masih dibawah umur,” imbuhnya.

Dengan suara terbata-bata, Ny Andriani memohon kepada penegak hukum agar memproses kasus ini secara profesional dan penuh dengan rasa keadilan.

“Banyak luka pada tubuh anak saya dikarenakan penyiksaan secara sadis. Kami menduga meninggalnya Lukman, bisa masuk kategori pembunuhan berencana. Oleh karena itu kami memohon agar pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini secara gamblang dan para tersangka diganjar hukuman setimpal,” ucap Andriani.

Sementara itu, Hary selaku Komisioner KPAI DIY Bidang Pengaduan dan Mediasi sangat menyayangkan kasus meninggalnya anak dibawah umur lantaran penganiayaan yang dilakukan oleh anak dibawah umur juga. “Ini menjadi concern kita bersama dalam pendampingan terhadap anak-anak. Hal yang dilakukan 13 pelaku sudah diluar kendali yang menyebabkan korban merenggang nyawa. Pengaduan ibu korban akan kami tindak lanjuti dengan melakukan pengawasan perkara ini. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Polres Bantul,” ujar Hary.  (Dol)

 

 

 

 

 


share on: