KASUS DUGAAN ABORSI : Bayi Sempat Hidup Selama 1 Jam

share on:
Tersangka saat menjalani rekonstruksi.

Yogyapos.com (SLEMAN) – Kepolisian Resort Sleman melakukan penyidikan intensif terhadap tersangka PEP (18), oknum mahasiswi yang diduga melakukan pengguguran kandungan.  Selain tersangka, penyidik juga memeriksa YPT (19) asal Trenggalek karena diduga punya peran dalam kejahatan yang dilakukan tersangka.
Guna melengkapi berkas,  penyidik Iptu Bowo Susilo SH juga melakukan rekonstruksi pada 26 November 2018 yang lalu. Dari rekonstruksi yang berdasarkan hasil penyidikan itulah diketahui bahwa tersangka melahirkan bayi hasil hubungan gelap dengan YPT.


- Rizal Putranto SH -


Hal ini dibenarkan Koordinator Tim Pengacaranya, Rizal Putranto SH yang dikonfirmasi yogyapos.com, di kantor LBH Harapan Jalan Kaliurang Kentungan Yogyakarta, Rabu (10/12/2018). “Tersangka dan YPT memang menjalin asmara sejak 2017. Pacaran, begitu,” ujarnya.
Ketika merasa hamil, tersangka dengan sepengetahuan YPT kemudian memesan obat Cytotec melalui sebuah situs web penjualan obat. Sebagian uang untuk membeli obat itu didapat dari YPT. Meski sudah mengonsumsi obat untuk menggugurkan kandungan, tapi janin di dalam perutnya tetap membesar dan lahir pada 21 Oktober 2018 pukul. Proses kelahiran atas bantuan seorang bidan, yang kemudian merujuk tersangka ke dokter.
Rizal mengungkapkan, bayi tersangka ketika dilahirkan dalam keadaan hidup. Bahkan tersangka berharap agar bayinya tetap hidup, meski kemudian hanya bisa berkesempatan menghirup udara kehidupan selama sekitar 1 jam. “Bayi akhirnya meninggal. Di sinilah problematisnya,” terang Rizal didampingi anggota timnya Ega Satya Laksmana SH, Bambang Sujatmiko SH, Elsa Geovanny SH dan Akbar Satyalam SH.
Kasus dugaan aborsi ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sleman. Tersangka dijerat pasal 80 (3) UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 346 KUHP. (Inu)


share on: