Kapolsek Godean Dukung Pengembangan Budaya di Sidomulyo

share on:
Kapolsek Godean dan jajaran bersama pengelola Embung Gagak Sura || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemberdayaan potensi masyarakat baik yang berupa alam, sejarah, tradisi budaya maupun perikanan dan pertanian diharapkan mampu merekatkan kekeluargaan dan persatuan. Selain bisa meningkatkan pendapatan juga mengubah lingkungan menjadi lebih hijau dan asri

Demikian intisari perbincangan yogyapos.com dengan Kapolsek Godean yang baru, Iptu Heri Martana di kawasan Embung Gagak Sura Gancahan Sidomulyo Godean Sleman, Sabtu (12/11/2022). Bersama jajaran Polsek Goden, Heri sempat meninjau area embung dan berdiskusi dengan pengelola dan Bumdes Sidomakmur.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pembukaan-festival-merapi-berbarengan-peresmian-embung-jetis-suruh-88

Terkait peringatan Hari Menanam Pohon Nasional yang akan digelar di area Embung Gagak Suro pada 25 Nopember 2022, Heri menyambut baik agar bisa menjadi sarana meningkatkan kualitas O2 dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap peran serta masyarakat secara aktif dalam pembangunan kebudayaan dan pelestarian lingkungan. Apalagi dengan keberadaan makam Kyai Wirajamba yang merupakan tokoh penting sejarah lahirnya Kesultanan Yogyakarta. Kompleks makam harus dijaga kebersihan dan ketertibannya agar lebih bermanfaat dan memberi berkah bagi masyarakat,” ujarnya.Sendang Planang dengan pohon timo jejak sejarah Kyai Wirajamba di Gancahan Sidomulyo Godean || YP-Wahjudi Djaja

Peringatan Hari Menanam Pohon Nasional 2022 akan digelar hari Jumat 25 Nopember 2022 mulai 13.30 WIB. Prosesi budaya akan diikuti oleh Lembaga Kebudayaan Jawa (LKJ) Sekar Pangawikan pimpinan R. Bambang Nursinggih, bergada kaum (Rois), perangkat Kalurahan Sidomulyo, bergada Padukuhan Gancahan (V-VIII), Salawat Jawi, kader penggerak PKK, Karang Taruna dan warga sekitar Gancahan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ratusan-mancingmania-adu-keterampilan-dan-nasib-maskot-embung-gagak-suro-diraih-darso-8808

Peringatan yang rencananya di-shooting dan disiarkan oleh TVRI Yogyakarta ini akan bergerak mulai dari rumah Dukuh Gancahan VII, menuju mata air Sendang Gupit, makam Kyai Wirajamba dan berakhir di area Embung Gagak Sura. Ditandai dengan menebar bibit ikan kutuk, melepas sepasang burung perkutut dan menanam bibit pohon nogosari, timo dan sawo kecik.

Embung Gagak Sura dikelola oleh Bumkal Sido Makmur sejak tahun 2017 dan menjadi tempat favorit para pemancing yang datang dari berbagai kota. Pemancingan dilaksanakan rutin setiap hari Minggu dalam berbagai katagori. Dalam pantauan yogyapos.com ikan yang ada di embung memang cukup beragam dan menantang kehadiran para mancing mania.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-desa-tanggan-gesi-sragen-studi-banding-ke-embung-senja-5426

“Memang perlu kerja keras untuk membuktikan bahwa usaha kami bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Sementara keuntungan dari pengelolaan ikan di embung ini per tahun mencapai rata-rata 25 juta. Kami berharap bisa menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian dalam memberdayakan potensi masyarakat,” jelas Direktur Bumkal Sido Makmur, Haryana.

Sementara itu Joko selaku penanggung jawab pengelolaan Embung Gagak Sura menambahkan tentang sistem bagi hasil atas pengelolaan embung. “Dari hasil pengelolaan ikan di Embung Gagak Sura, 30% untuk kalurahan dan 70% lainnya dibagi lagi. Yaitu 10% untuk penguatan modal, 5% untuk pengawas, 40% untuk pengelola dan 15% untuk komisaris. Kami berharap dan berusaha agar ada perubahan sistem bagi hasilnya dengan mengalokasikan untuk RT yang ada di Gancahan,” tandasnya.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-yuk-tiga-hari-mancing-geden-di-embung-mororejo--5841

Sementara itu Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) selaku Pendamping Wisata menandaskan perlunya kesamaan gerak langkah antara lurah, kelembagaan kalurahan, pengelola termasuk Bumkal dengan warga. Potensi yang dimiliki Sidomulyo sangat lengkap. Sayang jika tidak dikelola secara maksimal.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-lppm-uajy-tebar-ikan-di-embung-canggal-kulonprogo-6143

“Kami memfasilitasi pemberdayaan potensi tersebut termasuk memakmurkan makam Kyai Wirajamba. Beliau adalah tokoh sejarah yang besar pengaruhnya bagi keberadaan Kraton Yogyakarta pada periode awal. Selain berupa makam, jejak beliau berupa Sendang Planang, Sendang Gupit dan budidaya ikan. Kami berharap agar usaha swadaya masyarakat Gancahan dan sekitarnya ini direspon dan didukung oleh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Sleman maupun pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta,” harapnya. (*/Iud)

 

 


share on: