Kabul Budiono: Kembalikan Jatidiri TVRI

share on:
Kabul Budiono (kiri) menyaksikan prosesi budaya oleh LKJ Sekar Pangawikan dalam acara Kenduri Menyelamatkan TVRI Sebagai Lembaga Penyiaran Publik || YP/Wahjudi Djaja.

Yogyapos.com (YOGYA) - Semua pihak harus paham sejarah dan jatidiri TVRI agar segala silang sengkarut bisa segera diakhir. TVRI adalah lembaga penyiaran publik yang harus berada di atas semua kelompok kepentingan dan golongan. TVRI milik rakyat, tetapi harus dekat dengan semua elemen bangsa. TVRI tak bisa dekat dengan salah satu elemen, seperti parpol, dan menjauhi elemen yang lain.

Demikian pesan salah satu anggota Dewan Pengawas TVRI, M Kabul Budiono saat memberi sambutan dalam acara Kenduri Menyelamatkan TVRI Lembaga Penyiaran Publik, di Aula Museum Sanabudaya Yogyakarta, Minggu (16/2/2020) malam. Kenduri diselenggarakan oleh Rumah Perubahan Penyiaran Publik dan Forum Kusumanegara, dihadiri para praktisi dan tokoh pertelevisian Yogyakarta.

Lebih jauh Kabul Budiono mengapresiasi "cara Yogyakarta" yang mengedepankan pendekatan budaya dalam menyelesaikan permasalahan. "Ini akan menginspirasi stasiun lain dan bergema ke seluruh Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu salah satu penyelenggara, Darmanto dalam sambutannya mengatakan acara kenduri ini tidak dimaksudkan untuk menjadi wahana membicarakan kejelekan pihak-pihak yang terlibat dalam kisruh TVRI episode 2019-2020.

"Acara ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi komitmen pihak-pihak yang peduli terhadap masa depan TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik. Bagaimana pun kita menyadari, ada pihak-pihak yang memang tidak rela TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik menjadi kuat dan independen sehingga harus direcoki terus-menerus,” tuturnya. 

Darmanto berharap agar melalui acara ‘Kenduri Menyelamatkan TVRI Sebagai Lembaga Penyiaran Publik’ ini muncul pemikiran, gagasan, konsep, dan komitmen bersama untuk memperkuat eksistensi TVRI sebagai LPP di tengah lemahnya regulasi yang ada. "Sembari menunggu hadirnya peraturan perundangan yang pro penyiaran publik, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperkuat TVRI sebagai LPP. Kuncinya ada di Dewan Pengawas dan publik. Kalau keduanya bisa berkolaborasi, sesungguhnya kondisi peraturan perundangan yang kurang suport itu bisa ditanggulangi,” imbuh Darmanto.

Acara Kenduri Menyelamatkan TVRI Sebagai Lembaga Penyiaran Publik diawali dengan prosesi Mantram Kenduri Pengruwat TVRI oleh Lembaga Kebudayaan Jawa (LKJ) Sekar Pangawikan dipimpin langsung R. Bambang Nursinggih dan pentas Wayang Jemblung oleh dalang Ki Fajar Sujarwo serta diakhiri dengan deklarasi. (Iud)


share on: