Judi Dadu, Puluhan Orang Ditangkap Polisi

share on:
Petugas menunjukklan seperangkat alat judi dadu || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sedang asik main judi dadu jenis tebakan angka Besar-Kecil, puluhan orang diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Gamping, Senin (29/3/2021) sekitar Pukul 00.30 WIB.

Terungkapnya kasus ini berawal pengembangan perkara pemalsuan surat dengan DPO  seorang wanita yang sedang dilakukan oleh Polsek Mlati di wilayah hukum Polsek Gamping.

Kemudian pada saat penyelidikan, terang Kanit Reskrim Polsek Gamping, AKP Fendi Timur, diketahui bahwa yang bersangkutan KS berada dalam suatu rumah yang kebetulan didalam rumah tersebut dijadikan sebagai arena untuk bermain judi tersebut. Judi yang digelar berupa judi jenis dadu dengan cara menebak angka 1 hingga 2 dan buruf Besar (B) atau Kecil (K).

“Ya benar memang, kami Unit Reskrim Polsek Gamping gabungan dengan Unit Reskrim Unit Mlati melaksanakan kegiatan, yang pada awalnya, kami membantu Polsek Mlati, berkaitan DPO  seorang perempuan inisial KS alias  SD yang terjerat pasal 263 KUHP berkaitan dengan kasus pemalsuan surat-surat,” terang Fendi Timur kepada wartawan dikantornya, Selasa (29/3/2021) siang.

Pengrebekan dilakukan di dalam suatu rumah di Dusun Temuwuh Lor RT 04 RW 33, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping. Usai diamankan dan dilakukan pemeriksaan terhadap 22 orang, Polsek Gamping menetapkan 5 orang sebagai tersangka, penetapan status ini  dikuatkan dengan adanya keterangan saksi dan barang bukti yang didapatkan.

“Kepada tersangka SP alias JN ini kami sangkakan pasal 303 bis, karena yang bersangkutan adalah yang memiliki rumah sebagai penyelenggara kegiatan judi tersebut, kami amankan juga bandar atas nama JF dan kasir atas nama GY alias TB warga Bangunjiwo, Bantul, sementara  dua pemain lain atas nama PN dan PK keduanya warga  Gamping,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai barang bukti yang didapatkan, bahwa jumlah dadu yang dipakai sebanyak 3 buah, kemudian menggunakan batok kelapa dan alas , serta ada satu lembar kertas berwarna cokelat bertuliskan kode-kode angka 1 sampai 6 ditambah huruf B dan K.

“Ini informasi yang kami dapatkan, ketahui dari  pemeriksaan si Bandar dia mengatakan bahwa perjudian ini  dinamai judi besar kecil,” katanya.

Yang bersangkutan pemilik rumah mendapatkan keuntungan dari ajang judi itu, atau yang lebih dikenal dengan 'cuk yang mencapai Rp 300 ribu- Rp 900 ribu per hari dan pengakuan  pemilik rumah mengatakan bahwa kegiatan perjudian telah berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Sedangkan Polsek Mlati juga berhasil mengamankan DPO yang saat itu sedang tidur, diduga memiliki hubungan khusus dengan salah satu peserta.

“Sementara yang 17 orang menjalani wajib lapor semua statusnya saksi.Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebanyak Rp 3.3 juta beserta barang bukti lain berupa peralatan untuk perjudian,” tutup dia. (Opo)

 


share on: