Joni Martinus: Pelanggar Perlintasan Kereta Api Didenda Rp 750 Ribu

share on:
Joni Martinus mengharapkan masyarakat disiplin, tidak melanggar perlintasan kereta api || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan kepada para pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi perlintasan kereta api, akan dikenakan kurungan paling lama 3 bulan serta denda hingga Rp 750 ribu.

Aturan tersebut telah termaktub dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angutan Jalan (LLAJ). Untuk pihak KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berperilaku disiplin di perlintasan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, dalam pasal 296 berbunyi bahwa, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.  

“Pada pasal 114 juga menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api. Ketika sudah ada tanda-tanda mendekati perlintasan sebidang KA, setiap pengguna jalan diharuskan untuk mengurangi kecepatan dan berhenti, ujar Joni dalam siaran persnya Rabu (7/10/2020).

Joni melanjutkan, aturan tersebut sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkereta Apian Pasal 124 yang menyatakan bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. “KAI mencatat, sejak Januari hingga awal Oktober 2020, terdapat 198 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api. Hal tersebut dapat dihindari jika seluruh pengguna mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada, dan berhati-hati saat akan melalui perlintasan sebidang kereta api. Kami sangat mengharapkan masyarakat pengguna jalan benar-benar mematuhi aturan ini. Tujuannya agar keselamatan perjalanan pengguna jalan dan kereta api dapat tercipta,” pungkas Joni.  (Fadholy)

 

 

 

 


share on: