Jelang Lebaran, Bisnis Jasa Gadai Panen Raya

share on:
Sabar menanti, antre gadai sebaiknya datang lebih awal || YP-Gigin

Yogyapos.com (BANTUL) - Lebaran Idul Fitri 1443 H ternyata membawa berkah untuk semua. Hari raya bagi umat Islam ini, bisa menjadi pendorongan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor mulai dari industri pengolahan makanan, sandang, pariwisata, transportasi, bahkan jasa gadai.

Fakta yang menarik, setiap menjelang lebaran tiba, ternyata bukan hanya pasar dan pusat perbelanjaan yang panen rezeki. Tempat bisnis jasa gadai sepertinya juga menikmati limpahan keuntungan. Selain menyerbu tempat-tempat yang menyediakan kebutuhan lebaran, tidak sedikit warga yang  datang ke tempat-tempat pegadaian.

Fenomena keramaian kantor pegadaian tersebut terjadi hampir disemua kantor jasa gadai, baikmilik pemerintah maupun swasta. Dibandingkan dengan dua tahun lalu, nasabah yang datang ke pegadaian tahun ini lebih ramai. Hal ini terkait dengan aturan pemerintah yang memberikan kelonggaran umat muslim untuk merayakan lebaran. Selama dua tahun, pemerintah melarang kerumunan massa karena pandemi Covid-19.

Meski Covid sudah mulai reda. Kebijakan protokoler kesehatan dengan jaga jarak masih diberlakukan dengan ketat. Termasuk di lingkungankantor pegadaian. Karena banyaknya nasabah, diperlakukan antrian menggunakan nomor. Seperti yang terjadi di Pegadaian Bantul, banyak nasabah yang mengeluh karena pelayanan terlalu lama dan tidak disediakan ruang tunggu yang memadai. Nasabah harus rela berpanas-panas di emperan depan atauber teduh di bawah pohon.

Satuhal yang menarik, bila dilihat dari penampilannya, nasabah pegadaian milik pemerintah tersebut ternyata bukanhanya didominasi kalangan wiraswasta tapi tidak sedikit yang berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara). Hal itu terlihat dari seragam yang merekakenakan. “Saya gadai laptop karena butuh modal untuk bisnis kacamata,” kata seorang nasabah yang berstatus ASN di Bantul yang kebetulan punya sambilan bisnis optic.

Fakta menarik lainnya, ternyata sebagian besar nasabah justru ingin menebus barang yang mereka gadaikan untuk lebaran.

“Mumpung ada uang dari kiriman anak-anak, kami tebus dulu,” kata Winarto warga Sanden yang mengaku menggadaikan emas.

Menurut petugas keamanan, lamanya pelayanan di pegadaian karena jumlah nasabah yang datang mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. “Mereka umumnya menebus barang jadi prosesnya agak lama,” kata petugas tersebut.

Peningkatan aktivitas, tidak hanya dimonopoli jasa gadai yang berslogan mengatasi masalah tanpa masalah saja, tapi juga dirasakan perusahaan jasa gadai swasta. Salah satunya di Gadaimu, salah satu perusahaan pergadaian yang pertama kali mendapat izin resmi dari OJK`

Sebagai pendatang baru, Gadaimu yang berada di bawah holding Danagung Grup ini bisa dibilang relatif cepat tumbuh dan bisa diterima masyarakat. Jumlah nasabahnya sudah mencapai ribuan. Sementara barang yang digadaikan sudah bermacam-macam,  barangeletronik, mulai hp,laptop, kamera hingga sepeda motor, mobil dan emas.

Menjelang lebaran ini, nasabah yang datang ke Gadaimu mengalami peningkatan signifikan. Dan umumnya mereka mengambil barang yang digadakan. “Menjelang lebaran mereka umumnya punya duit dari gaji maupun THR dan sebagian digunakan untuk menebas gadai,” kata Stefanus Susilo Aji, Direktur Gadaimu.

Menurut pria yang akrab disapa Aji tersebut, nasabah akan kembali ke pegadaian untuk mencari modal kerja dengan menggadaikan barang yang dmiliki. “Trennya sebelum lebaran menebus barang tapi setelah lebaran barang digadaikan lagiuntuk modal usaha,” tutur Aji . (Ggn)


share on: