Yogyapos.com (SLEMAN) - Merasa kesal lantaran kondisi jalan rusak parah di wilayah Padukuhan Tangisan Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman, sejumlah warga berinisiatif menancapkan puluhan pohon pisang di tengah jalan tepatnya di ruas jalan Tempel - Klangon.
Aksi simbolik tersebut sebagai rambu- rambu penanda untuk memperingatkan pengendara pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintasi jalan itu, sekaligus sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan agar pihak yang berwenang secepatnya melakukan pembenahan.
BACA JUGA: Forum 2045 Sebut Indonesia di Tepi Jurang Tuna Etika, Ajak Rezim Tobat Moral
“Njih mas, malam tadi inisiatif warga menanam pohon pisang di jalan-jalan yang berlobang sepanjang jalan Tempel-Klangon di wilayah Tangisan Banyurejo,” ujar salah satu warga, Nowen kepada yogyapos.com, Minggu (4/2/2024).
Nowen menceritakan, kondisi jalan tersebut saat ini sangat memprihatinkan karena terdapat sejumlah lubang dalam ukuran cukup besar dan dalam.
Pohon pisang jadi sarana protes || YP-Ist
“Kita tanam pohon (pisang) pada 10 titik karena lubangnya cukup besar, pohon ini sebagai rambu-rambu agar pengendara lebih berhati-hati ketika melintasi jalan tersebut,” sebutnya.
BACA JUGA: Presiden Tunjuk Tito Karnavian Gantikan Mahfud MD
Sejauh ini, ungkap dia, kondisi kerusakan tersebut sangat membahayakan bagi pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, apalagi jika berkendara pada malam hari.
“Dengan keberadaan lobang tersebut membahayakan bagi pemotor, ada beberapa korban pengendara motor yang jatuh,” ungkap dia.
Sementara menurut warga, kendaraan-kendaraan yang melintas jalur itu sebagian bertonase besar, akibatnya kerusakan jalan kian lebih parah, lebih diperparah lagi saat ini sedang musim hujan.
“Kami berharap kerusakan tersebut segera dibenahi oleh pihak berwewenang,” tandasnya. (Opo)
