Jadi Terdakwa Penganiaya Anak karena Jengkel Diledek Perkataan Saru

share on:
Orang tua korban (kanan) mengikuti persidangan didampingi Pengacaranya, Saryanta SH dan Muchtar Badhuber || YP-Agung dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) – Sidang lanjutan kasus penganiayaan anak di bawah umur atas nama terdakwa Smd (43) warga Mayangan Trihanggo Sleman, Selasa (10/11/2020) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman.

Sidang dipimpin hakim ketua Aziz Muslim SH kali ini menghadirkan saksi korban, ABD (7) dan dua rekannya masing-masing AD dan RA yang usianya sepantaran dengan korban.

Karena masih dibawah umur, korban dalam memberikan keterangan dimuka persidangan dikawal oleh pengacaranya Saryanta SH dan Muchtar Badjuber SH. Sedangkan terdakwa mengikutinya dari Rutan secara virtual.

Meski tanpa kehadiran terdakwa di ruang sidang, tapi persidangan berjalan lancar memeriksa saksi korban yang pada pokoknya menyatakan telah dianiaya terdakwa pada 11 Juli 2020 sekitar Pukul 10.30.

Terungkap sebagaimana juga dakwaan jaksa TE Arie Wibowo SH, saat itu korban beserta dua temannya menghampiri terdakwa yang sedang mengecat,  sembari mengejeknya dengan kalimat tidak sopan (saru, red). Terdakwa kemudian mengejar korban yang berlari menjauh.

Korban pun tertangkap, dijambak oleh terdakwa hingga membentur pagar besi rumah. Tak cukup di situ, korban juga mengaku dinjak-injak kakinya oleh terdakwa sebanyak 4 kali.

Berdasarkan Visum et Repertum No.1378/KS.14.8/VIII/2020 dari PKU Gamping menyebabkan pembengkakan cairan berlebihan pada kepala bagian belakang dan nyeri kaki kanan korban.

Terdakwa yang dalam kasus ini didampingi pengacaranya, Elvira Ekawati SH, dijerat Pasal 80 (1) II RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 2016 tentang Perubahan Kedua UU Nomo3 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sebelumnya terdakwa pernah mengajukan praperadilan terhadap Kapolsek Gamping, tapi ditolak oleh hakim. Karena ketika itu pokok perkara sudah dilimpahkan ke pengadilan. (Agn)

 

 


share on: