Irjen Kemendes PDTT Ajak Warga Segera Adaptasi dan Memajukan Desa

share on:
Pembukaan Pelatihan Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Produk Angkatan II di Desa Wisata Pulesari Kalurahan Wonokerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman, Kamis (21/10/2021) || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Akibat terjadinya pandemi Covid-19 mengubah banyak bidang kehidupan. Perekonomian bangsa terganggu sehingga perlu upaya penyelamatan. Kita harus cepat beradaptasi dengan dunia yang telah berubah apalagi teknologi telah mengubah dinamika masyarakat. Dengan pelatihan ekonomi kreatif ini, kita berharap bisa memajukan usaha untuk kepentingan desa masing-masing. 

Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Kemendesa PDTT Ir Ekatmawati, MM saat membuka Pelatihan Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Produk Angkatan II di Desa Wisata Pulesari Kalurahan Wonokerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman, Kamis (21/10/2021). Pelatihan dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMDDTT) Yogyakarta selama tiga hari sampai 23 Oktober 2021.

Lebih lanjut dijelaskan, Kementerian Desa PDTT telah mendorong melalui berbagai program untuk meningkatkan produktifitas masyarakat desa. “Kami sangat berharap agar dengan pelarihan ini bisa mendorong tumbuh kembangnya tenaga kreatif yang mampu mengembangkan potensi desa,” pesannya.

Sementara itu dalam sambutan pembukaannya Bupati Sleman yang diwakili Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesra dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes menyampaikan, pengembangan ekonomi kreatif sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi.

“Ada tiga hal yang berpengaruh, yaitu penggunaan teknologi informasi, perlunya kolaborasi untuk memberdayakan potensi, dan pentingnya meningkatkan kompetensi dan fleksibilitas,” tandasnya. Dengan begitu, sambungnya, ekonomi kreatif harus menjadi garda terdepan dalam pemulihan sektor ekonomi. 

Dalam laporannya, Kepala BBPPMDDTT Yogyakarta, Dr Ir Widarjanto MM menyampaikan, pelatihan diikuti oleh perwakilan dari delapan desa/ kalurahan di Kabupaten Sleman meliputi Sambirejo, Merdikorejo, Tridadi, Banyurejo, Triharjo, Tirtoadi, Wonokerto, Sidokerto.

“Mereka telah lolos seleksi dan telah mengikuti rapid test dengan hasil negatif. Selama tiga hari para peserta akan mengikuti pelatihan pengembangan ekonomi kreatif melalui Bumdesa, digitalisasi bisnis, pemasaran digital, copywriting, foto produk, dan pemasaran via sosia media,” jelasnya.

Hadir dalam pembukaan itu pejabat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman, perangkat Kapanewon Turi, para pengawas dan pendamping desa. (Wahjudi Djaja)

 


share on: