Yogyapos.com (MAGELANG) - Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Bhakti Sosial Kesehatan pengobatan gratis dalam rangka rangkaian Perayaan Waisak 2570 BE/2026 M, di Lapangan Lumbini Kompleks Taman Wisata Borobudur, Magelang, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 orang tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan gratis dengan melibatkan sekitar 200 tenaga medis dari unsur TNI, Polri, rumah sakit pemerintah maupun swasta.
BACA JUGA: Menteri LH Jumhur Hidayat Cemaskan Gejala 'Ghost Fishing'
Ketua Umum Walubi Sri Hartati Murdaya menyampaikan, kegiatan bakti sosial kesehatan telah dilaksanakan selama kurang lebih 40 tahun sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
BACA JUGA: Lingling Perantau Asal Malang Jadi Sorotan, Siap Tampil Perdana di Sinetron Nasional
“Kegiatan ini merupakan implementasi ajaran Buddha tentang kebajikan, kasih sayang, saling menghormati, serta berbagi kepada sesama,” ujarnya.
BACA JUGA: 28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade
Sementara itu, amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan Kasrem 072/Pamungkas menyampaikan ucapan selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha.
BACA JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana
Disampaikan bahwa peringatan Hari Tri Suci Waisak hendaknya dijadikan momentum memperkokoh komitmen untuk menghormati makna kehidupan, menjalankan perilaku yang benar guna mewujudkan kedamaian dan keharmonisan.
BACA JUGA: Ikape Laras Budaya UNY Lestarikan Karawitan, Gigih Latihan
Selain itu, kegiatan karya bakti kesehatan dinilai sebagai perwujudan nyata nilai kasih sayang, kepedulian, dan solidaritas kepada sesama manusia tanpa memandang latar belakang.
BACA JUGA: Festival Kethoprak Sleman Diikuti Grup dari Enam Kapanewon
“Semoga rangkaian kegiatan pada perayaan Hari Waisak kali ini dapat mengingatkan kita pada pentingnya pencerahan dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan, serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” demikian amanat Pangdam IV/Diponegoro.
BACA JUGA: Kenapa Dibentuk DSI, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama, penyematan baju dokter kepada perwakilan tenaga medis pendukung, peninjauan lokasi pelayanan kesehatan, serta ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
BACA JUGA: Transaksi Digital Dalam Hitungan Detik, Daya Literasi Masyarakat Belum Berkembang
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Menteri Kesehatan RI Direktur Layanan Operasional dr Riat El Khair MSc SpPK(K) QHIA MARS, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Dr Latif Usman SIK MHum, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama SSos MHan mewakili Pangdam IV/Diponegoro, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Drs Supriyadi MPd, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rahman, Ketua Umum WALUBI Ibu Dr (HC) Sri Hartati Murdaya, para Bhikkhu dan Bhante serta unsur tenaga kesehatan TNI-Polri. (*/Red)
