Importir Diduga Memainkan Harga Kedelai, Produsen Tempe Menjerit

share on:
Salah satu produsen tempe di Ngoto mengalami penurunan produksi || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Diduga karena ulah para importir memainkan harga kedelai, berakibat para produsen tempe dan tahu di Bantul mengalami penurunan keuntungan drastis. Bahkan ada yang sementara terpaksa menghentikan poduksinya. Mereka mengharapkan agar harga kedelai segera rurun dan normal kembali agar perajin tetap eksis.

Hal itu sebagiamana yang sedang dialami oleh para produsen tempe dan tahu yang tergabung dalam Kelompok Perajin Tahu Tempe Perumahan Kopti Ngoto Bangunharjo, Sewon, Bantul. Kelompok perajin yang jumlahnya mencapai belasan orang dan mempekerjakan puluhan tenaga kerja ini berharap pemerintah segera melakukan pengawasan.

“Sejak sekitar 10 hari yang lalu harga kedelai impor naik dari Rp 7.200 per kg menjadi Rp 9.300 per kg. Kenyataan ini menjadikan kami sulit untuk bertahan berproduksi,” kata Ketua Kelompok Perajin Tahu Tempe Ngoto, Saebani (58) kepada yogyapos.com, di tempat produksinya Ngoto, Sabtu (9/1/2021).

Gejolak harga tersebut mengkibatkan dalam perproduksi keuntangan para perajin menurun. Setiap membuat tempe dan tahu dengan bahan baku kedelai 50 kg keuntungannya berkurang Rp 110.000. 

Dengan keadaan seperti sekarang  produsen terpaksa harus menaikan harga produk. Cara inipun sulit karena daya beli masyarakat (konsumen) melemah bertepatan dengan sedang pelandemi Covid-19. Alternarif solusinya perajin terpaksa mengecilkan bentuk ukuran tahu dan tempe produksnya.

“Lah harga kedelai naik akibat ulah permainan importir. Dulu ada subsidi harga kedelai, sekarang tidak. Harapan kami  harga kedelai diturunkan dan normal kembali serta terjangkau,” ungkap Saebani.

Sementara itu, sejumlah penjual tahu tempe di Pasar Imogiri Bantul, Jumiyah (63) dan Darmadi (48) mengungkapkan, sejak sekitar seminggu terakhir pemasaran tempe berkurang. Pedagang yang biasa mampu memasarkan 70 kg per hari hanya bisa menjual 49 kg per hari. Ini terjadi karena ukuran tempe dan tahu diperkecil dengan harga jual stabil. (Supardi)

 

 

 

 


share on: