Yogyapos.com (SLEMAN) - SD Negeri Cebongan, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Sleman mengirim kontingen dalam Kemah Budaya yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Mlati, di Bumi Perkemahan Embung Senja, Sabtu-Minggu (28-29/10/2023). Kontingen yang dikirim adalah Regu putra Golongan Penggalang diambil dari kelas V dan VI berjumlah 8 anak.
BACA JUGA: 'Ra Loman Ora Oman' Semarakkan Rebranding Opening Ceremony Loman Park Hotel
Kepada yogyapos.com Kepala SDN Cebongan, Suparti SPd SS, mengatakan pengiriman delegasi dalam Kemah Budaya ini dimaksudkan agar anak-anak bisa belajar mandiri, terampil dan berkarakter.
“Kegiatan ini sangat penting untuk membentuk mental karakter anak. Kami sangat berterima kasih kepada orang tua yang mendukung kegiatan anak-anak selama perkemahan digelar,” tandasnya.
BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan : Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Perubahan dan Persatuan
Kemah Budaya yang digelar selama dua hari diikuti oleh 20 Regu Putra dan 21 Regu Putra. Selain diisi dengan serangkaian lomba dan atraksi, kemah juga diwarnai dengan Kirab Budaya dari Embung Senja mengelilingi kawasan sekitar 3 km. Semua kontingen mengenakan pakaian adat.
Peserta kirab budaya dengan pakaian adat || YP-Wahjudi Djaja
Penanggung jawab Kemah Budaya Kwaran Mlati, Ibnu Masruri SPd SD dalam penutupan Minggu siang menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas keterlibatan semua kontingen. “Kita berharap tahun depan bisa digelar lagi secara lebih meriah dan bagus. Sehingga anak-anak bisa saling berinteraksi satu sama lain secara positif,” tandasnya.
BACA JUGA: Masyarakat Antusias Ikuti Lomba Penulisan Karya Sastra Bertema Sumbu Filosofi Yogya
SDN Cebongan sendiri meraih Juara II Lomba Memasak Lodeh. Uniknya, yang memasak semua adalah anak laki-laki. Salah seorang orang tua siswa, Sri Handayani, menyatakan menyambut baik kegiatan kemah ini.
“Jujur anak saya belum pernah mengikuti kemah. Tadinya kasihan juga, tetapi demi pendidikan mental dan karakternya, kita tentu harus memberinya kepercayaan. Apalagi ada lomba memasak lodeh, ini sangat menarik. Anak-anak biar tahu kuliner khas daerahnya,” tuturnya. (Iud)
